Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini difokuskan untuk membahas sejumlah isu strategis nasional, mulai dari stabilitas pasokan pangan menjelang Idulfitri hingga dinamika geopolitik terkini yang berdampak pada stabilitas dalam negeri.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum untuk menyerap aspirasi legislatif terkait perkembangan terbaru di tengah masyarakat. Presiden Prabowo memandang masukan dari DPR sebagai elemen penting dalam pengambilan kebijakan eksekutif, terutama dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional yang biasanya memicu fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kesiapan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pangan. Pemerintah berkomitmen memastikan distribusi komoditas utama tetap lancar guna menekan potensi inflasi. Selain pangan, ketersediaan cadangan minyak bumi dan gas LPG juga menjadi sorotan utama agar kebutuhan energi masyarakat selama periode mudik dan Lebaran dapat terpenuhi tanpa kendala teknis di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendiskusikan pelaksanaan stimulus ekonomi yang sedang berjalan. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda perekonomian tetap berputar stabil. Evaluasi terhadap program-program bantuan sosial dan insentif ekonomi menjadi agenda penting guna memastikan efektivitas penyerapan anggaran negara di kuartal pertama tahun ini.
Pembicaraan kemudian meluas pada isu situasi geopolitik, baik di kancah regional maupun internasional. Presiden Prabowo menekankan pentingnya posisi tawar Indonesia yang tetap independen namun aktif dalam merespons ketegangan global yang mungkin berimbas pada rantai pasok energi dan pangan nasional. Koordinasi antar-kementerian diperkuat untuk mengantisipasi segala kemungkinan dinamika politik luar negeri yang dinamis.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran menteri kunci Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Luar Negeri Sugiono. Kehadiran para menteri teknis ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengintegrasikan kebijakan lintas sektoral demi kepentingan masyarakat luas.
Selain itu, turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kehadiran Menteri Agama secara khusus berkaitan dengan persiapan teknis perayaan Idulfitri, sementara Menteri Pertahanan memberikan perspektif terkait aspek keamanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik yang dibahas bersama pimpinan DPR.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa komunikasi intensif antara pemerintah dan DPR akan terus dijaga sebagai bentuk sinergi tata kelola pemerintahan yang transparan. Melalui pertemuan ini, diharapkan langkah-langkah antisipatif yang telah disusun pemerintah dapat berjalan sinkron dengan fungsi pengawasan legislatif, sehingga stabilitas nasional tetap terjaga di berbagai lini menjelang Idulfitri 2026. *R101






