--- / --- 00:00 WITA
Tekno  

Samsung Sambut Era Baru Teknologi AI yang Adaptif dan Intuitif

Visi Samsung untuk mengintegrasikan Galaxy AI ke seluruh ekosistem perangkat mobile, TV, dan peralatan rumah tangga guna mendukung gaya hidup yang lebih adaptif.

Lokapalanews.id | Jakarta – Samsung Electronics secara resmi mengumumkan visi strategis untuk menyatukan kecerdasan buatan (AI) di seluruh ekosistem perangkatnya pada tahun 2026. Dalam langkah besar ini, Samsung berkomitmen mengintegrasikan teknologi AI ke dalam 100 persen lini perangkat seluler serta televisi beresolusi 4K ke atas, ditambah sekitar 40 persen portofolio peralatan rumah tangga secara global guna menciptakan pengalaman hidup yang lebih personal bagi pengguna.

Presiden Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania (SEAO), CU Kim, menyatakan bahwa fokus inovasi perusahaan kini bergeser dari sekadar perangkat “pintar” menjadi “pendamping” (companion) yang memahami konteks dan rutinitas. Melalui penguasaan otomatisasi, perangkat Samsung dirancang untuk mengenali kebiasaan pengguna secara dinamis. Transisi ini menandai akhir dari era di mana pengguna harus beradaptasi dengan cara kerja teknologi, menuju realitas di mana teknologi secara proaktif mengantisipasi kebutuhan manusia.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Salah satu evolusi paling signifikan terlihat pada lini TV terbaru yang kini ditenagai oleh Vision AI. Teknologi ini mampu menganalisis konten, preferensi penonton, hingga kondisi cahaya lingkungan secara real-time untuk mengoptimalkan kualitas gambar dan suara tanpa pengaturan manual. Di sektor peralatan rumah tangga, AI berperan dalam mengurangi beban mental pengelolaan pekerjaan rumah, seperti pemantauan kualitas tidur hingga perawatan kesehatan keluarga secara menyeluruh.

Memasuki babak baru pada lini Galaxy S Series mendatang, Samsung akan memperkenalkan pergeseran paradigma dari interaksi berbasis aplikasi (app-centred) menjadi berbasis agen (agent-centred). Pendekatan ini bertujuan memangkas langkah-langkah dalam penyelesaian tugas harian, menjadikan perangkat seluler sebagai pusat kendali AI yang mampu mengelola kompleksitas hidup dengan tingkat personalisasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Baca juga:  Menkomdigi Ajak Investor Global Danai Startup Indonesia

Namun, Samsung menyadari bahwa kecanggihan AI yang bersifat ambient atau menyatu dalam keseharian memerlukan fondasi kepercayaan yang kuat. Oleh karena itu, perusahaan menempatkan privasi sebagai kondisi standar (default) sejak awal. Samsung Knox tetap menjadi pilar utama keamanan berbasis perangkat keras (hardware) yang memberikan perlindungan berlapis di seluruh ekosistem, mulai dari ponsel hingga kulkas pintar.

Untuk meminimalkan risiko keamanan data, Samsung mengutamakan proses personalisasi AI berlangsung langsung di perangkat (on-device). Dengan metode ini, konteks pribadi pengguna tetap tersimpan secara lokal tanpa harus mengorbankan kecerdasan fitur. Selain itu, Samsung memperkenalkan inovasi terbaru berupa perlindungan layar dari risiko pengintaian di ruang publik (shoulder surfing) yang memadukan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak.

Visi besar ini akan segera diperkenalkan secara resmi melalui peluncuran lini Galaxy S Series terbaru bulan ini. Samsung menegaskan bahwa inovasi tersebut bukan sekadar soal spesifikasi teknis, melainkan tentang menghadirkan teknologi yang bekerja di balik layar secara effortless, meningkatkan kreativitas, serta memberikan kemudahan yang aman bagi setiap gaya hidup pengguna di masa depan. *R107

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."