Lokapalanews.id | Bogor – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus untuk mengintensifkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan pengadaan kapal tangkap ikan secara nasional. Langkah ini diambil sebagai strategi ganda pemerintah dalam memperluas lapangan kerja berbasis padat karya sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi protein hewani.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Kepala Negara menekankan efisiensi waktu dalam pelaksanaan program-program yang berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan. Pembangunan infrastruktur pesisir ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama dalam menyerap tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.
“Bapak Presiden menghendaki ritme kerja yang lebih cepat, terutama pada sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan luas seperti pembangunan kampung nelayan ini,” ujar Prasetyo usai menghadiri Taklimat Awal Tahun di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa hingga Januari 2026, proyek Pembangunan Kampung Nelayan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir. Secara akumulatif, inisiatif ini telah menyerap 17.550 tenaga kerja yang tersebar di 65 titik lokasi pembangunan.
Secara terperinci, setiap lokasi pembangunan rata-rata melibatkan 270 orang yang mencakup tenaga konstruksi, awak kapal nelayan, hingga personel operasional fasilitas pendukung. Angka penyerapan ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pengembangan layanan hulu ke hilir serta pengelolaan logistik perikanan di setiap titik KNMP.
Target 1.000 Titik dan Peningkatan Gizi
Pemerintah membagi proyek Pembangunan Kampung Nelayan ke dalam beberapa tahapan strategis. Setelah menyelesaikan tahap pertama di 65 lokasi, pemerintah bersiap memulai tahap kedua di 35 titik tambahan, dengan target jangka panjang mencapai 1.000 lokasi di seluruh pesisir Indonesia.
Selain aspek infrastruktur, program ini mengemban misi besar untuk memperbaiki profil gizi masyarakat. Dengan ketersediaan kapal tangkap yang lebih modern dan fasilitas dermaga yang memadai, diharapkan asupan protein dari sektor perikanan dapat terdistribusi secara lebih merata dan terjangkau bagi seluruh rakyat.
Melalui pendekatan rekayasa sosial, proyek ini tidak hanya bertujuan membangun fisik desa, tetapi juga menciptakan model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif agar nelayan lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi. *R102






