--- / --- • 00:00 WITA
Ekbis  

Pegadaian: ATM Emas Mulai Beroperasi di Bali

Lokapalanews.id | PT Pegadaian menargetkan saldo tabungan emas secara nasional mencapai 21–22 ton hingga akhir 2026, setelah melampaui 20 ton pada September. Untuk memperluas layanan kepada nasabah, Pegadaian meresmikan satu unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas di Denpasar, Rabu (14/10/2026), yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik dari saldo tabungan dengan berat 1 hingga 100 gram.

Pimpinan Cabang Kantor PT Pegadaian Kanwil VII Bali-Nusra, Edy Purwanto, mengatakan kehadiran ATM Emas menjadi salah satu pengembangan layanan berbasis teknologi, khususnya bagi nasabah yang ingin mengambil tabungan emas dalam bentuk fisik.

“Apabila masyarakat ingin mengambil tabungannya dalam bentuk emas fisik, kami menyediakan ATM Emas ini,” kata Edy seusai peresmian di Kantor Wilayah VII Pegadaian, Jalan Niti Mandala, Renon, Denpasar.

Saat ini, terdapat 20 unit ATM Emas Pegadaian di seluruh Indonesia, termasuk satu unit yang baru diresmikan di Denpasar. Pegadaian akan mengevaluasi respons masyarakat sebelum memperluas penempatan mesin tersebut ke kantor-kantor cabang maupun lokasi lain yang memiliki potensi transaksi tinggi.

Menurut Edy, transaksi melalui mesin ini menggunakan dua aplikasi, yakni Tring untuk mengajukan pencetakan emas dan aplikasi perbankan untuk pembayaran. Pada tahap awal, pencetakan tersedia untuk emas dengan berat 1–100 gram.

Ia mengatakan sistem keamanan ATM Emas dirancang berbeda dari ATM uang, baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras. Sistem tersebut dilengkapi tiga lapis pengamanan.

Edy juga menyebut Pegadaian memiliki stok emas fisik sekitar 150 ton di Jakarta. Ketersediaan emas tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab keraguan masyarakat mengenai keberadaan emas fisik yang mendasari layanan tabungan emas.

Baca juga:  Peruri Properti Gandeng GEMA Worldwide untuk Mengembangkan Creative Hub Berbasis Kolaborasi Komunitas

Kepala Divisi Bisnis Bullion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan minat masyarakat terhadap investasi emas masih tinggi. Di area Denpasar, penjualan emas tercatat sekitar 158 kilogram hingga September 2026, setelah sebelumnya mencapai sekitar 140 kilogram.

Menurut Kadek, emas masih menjadi salah satu instrumen penyimpanan aset yang diminati masyarakat Indonesia. Ia mengatakan masyarakat dapat mulai menabung emas melalui aplikasi Tring dengan nominal Rp10.000.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menabung dan menetapkan tujuan keuangan sebelum melakukan investasi.

Kadek menyebut kenaikan harga emas dalam jangka panjang menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat. Berdasarkan catatan historis yang disampaikannya, rata-rata kenaikan harga emas dalam lima hingga 10 tahun terakhir mencapai sekitar 15 persen per tahun.

Namun, ia mengingatkan bahwa investasi perlu dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan tujuan keuangan masing-masing.

Presiden Direktur Brinks Indonesia, Davidkerim Maksud, mengatakan perangkat keras dan perangkat lunak ATM Emas Pegadaian dirancang di Indonesia. Menurut dia, mesin tersebut juga dipesan dari Indonesia oleh tujuh negara lain.

Sementara itu, Edy menyebut pengembangan ATM Emas turut diharapkan mendukung peningkatan omzet Pegadaian. Perusahaan akan melihat perkembangan penggunaan mesin di Denpasar sebelum menentukan penambahan unit di lokasi lain.

Pegadaian juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih investasi emas dengan memperhatikan legalitas dan rekam jejak lembaga penyedia layanan.

Edy mengatakan masyarakat dapat melakukan transaksi emas melalui berbagai lembaga resmi, termasuk Pegadaian maupun toko emas, dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan kejelasan layanan yang ditawarkan. *pri

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."