--- / --- • 00:00 WITA

Kelangkaan BBM Lumpuhkan Bali, Wayan Sudirta Semprot Pertamina

Dr. I Wayan Sudirta, S.H., M.H. (Anggota Komisi III DPR RI)

Lokapalanews.id | Jakarta – Anggota DPR RI Dapil Bali, I Wayan Sudirta, memprotes keras krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan mengular berjam-jam di pelbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Denpasar, Badung, Tabanan, hingga kabupaten lainnya. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas ekonomi warga sekaligus mengancam citra Bali sebagai etalase pariwisata internasional.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan terjadinya krisis pasokan BBM di Bali. Keterlambatan distribusi dengan alasan kendala logistik kapal yang bersandar di Terminal Manggis maupun Sanggaran tidak boleh menjadi alasan klasik yang terus berulang,” tegas politikus yang menjabat Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Pusat PDI Perjuangan tersebut pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Kemacetan parah membendung jalan raya akibat antrean. Waktu produktif pekerja harian, pengemudi ojek online, sampai wisatawan menguap begitu saja. Bahkan warga yang mengantre sejak pukul 06.00 WITA terpaksa pulang gigit jari setelah tiga jam menunggu karena informasi penjualan BBM mendadak bergeser ke pukul 13.00 WITA.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengonfirmasi keterlambatan kapal tanker sebagai pemicu utama. Sebagai respons, Pertamina menambah pasokan 26.200 kiloliter dan mengoperasikan terminal tertentu selama 24 jam penuh. Instruksi Gubernur Bali Wayan Koster agar seluruh SPBU Denpasar dan Badung buka 24 jam pun telah bergulir. Namun fakta di lapangan menunjukkan banyak SPBU tetap gulung tikar lebih awal akibat kehabisan stok.

Sudirta mendesak Pertamina menjamin normalisasi pasokan merata dalam waktu 1×24 jam. Ia menuntut evaluasi menyeluruh pada rantai pasok maritim (maritime supply chain) serta penyiapan rencana kontingensi agar buffer stock terminal darat siap menghadapi cuaca buruk.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan Mitigasi Pariwisata Dampak Konflik

Selain itu, ia meminta Polda Bali memperketat pengamanan lalu lintas di sekitar SPBU dan mendesak aparat membagikan informasi ketersediaan BBM secara real-time. “Jangan biarkan masyarakat Bali kesulitan di tanahnya sendiri,” pungkas Sudirta. *R101

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."