--- / --- 00:00 WITA

Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green demi Amankan Stok

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai Rabu, 10 Juni 2026. Harga Pertamax kini menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 dipatok Rp17.000 per liter.
Kebijakan ini diambil guna menjaga ketersediaan stok BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia. Perusahaan harus menyeimbangkan pendapatan dengan biaya operasional yang membengkak akibat kondisi geopolitik global.

Tekanan Geopolitik Menggerus Daya Impor Energi
Konflik global sejak Februari 2026 membuat harga keekonomian BBM jenis RON 92 melonjak sangat tajam. Data perusahaan mencatat batas atas harga keekonomian tersebut menyentuh Rp20.942 per liter pada Juni 2026.
Sebelumnya, harga keekonomian tercatat Rp18.745 per liter pada April dan Rp20.157 per liter pada Mei. Selama periode itu, Pertamina menahan harga jual Pertamax di level Rp12.300 per liter.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, dilansir InfoPublik.id menyatakan, selisih biaya operasional telah membatasi kemampuan perusahaan mengimpor BBM. Ia menyebutkan harga RON 92 di pasar internasional kini berkisar antara Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.

Menjaga Ketersediaan saat Puncak Permintaan
Tanpa penyesuaian harga, volume impor berisiko menurun dan memicu kelangkaan stok saat permintaan masyarakat melonjak. Perusahaan memilih menaikkan harga agar tetap mampu mendatangkan pasokan energi dari luar negeri.

“Kami tidak ingin ketersediaan produk energi di masyarakat menurun saat ada puncak permintaan,” ujar Sigit di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

Kebijakan ini hanya menyasar Pertamax dan Pertamax Green 95 sebagai langkah mitigasi konflik global. Sementara itu, harga Pertamax Turbo tetap di angka Rp20.750 per liter dan Dexlite di Rp23.000 per liter.

Baca juga:  DPR Desak Perketat Regulasi AI Terkait 'Deepfake'

Pertamina Dex juga tidak mengalami perubahan harga dan tetap dipasarkan pada level Rp24.800 per liter. Produk BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tetap dijual masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Stabilitas pasokan BBM di masa depan bergantung pada ketahanan perusahaan menghadapi fluktuasi harga minyak dunia yang ekstrem. Masyarakat kini menanti apakah harga minyak internasional akan segera melandai atau justru kembali memicu penyesuaian lanjutan. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."