--- / --- 00:00 WITA

Scoot Mendarat di Belitung: Harapan Baru dari Singapura

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026)
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026)

Lokapalanews.id | Jakarta – Belitung tidak lagi sekadar menjadi destinasi transit bagi mereka yang datang dari Jakarta. Sejak awal Mei ini, lanskap langit Negeri Laskar Pelangi itu kedatangan pemain baru. Scoot, maskapai berbiaya rendah di bawah naungan Singapore Airlines Group, resmi membuka rute langsung dari Singapura menuju Tanjung Pandan.

Langkah ini bukan sekadar menambah daftar jadwal penerbangan di papan pengumuman bandara. Bagi Belitung, ini adalah ujian untuk naik kelas menjadi destinasi internasional yang mandiri. Selama ini, wisatawan mancanegara harus memutar lewat Jakarta atau Palembang, sebuah perjalanan yang memakan waktu dan biaya.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengonfirmasi operasional perdana rute ini sudah dimulai sejak 3 Mei 2026. “Kehadiran rute baru ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar Singapura,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu kemarin.

Data awal menunjukkan antusiasme yang cukup stabil. Pada penerbangan perdananya, pesawat yang memiliki kapasitas 112 kursi tersebut terisi 82 penumpang. Artinya, ada tingkat keterisian sekitar 73,2 persen. Untuk rute yang baru seumur jagung, angka ini memberi sinyal positif bahwa pasar Singapura memang melirik Belitung.

Namun, tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi. Saat ini, Scoot hanya terbang dua kali sepekan, yakni tiap Rabu dan Minggu. Jadwal ini tampak dikunci untuk menyasar turis short-break atau mereka yang ingin menghabiskan akhir pekan di antara gugusan batu granit ikonik dan pasir putih pantai Belitung.

Masalahnya, akses hanya satu pintu dari solusi. Belitung punya modal kuat: jarak tempuh dari Singapura yang sangat singkat – bahkan lebih cepat daripada terbang ke Bali. Keunggulan ini yang coba dijual pemerintah untuk menarik warga Singapura yang bosan dengan rutinitas urban dan mencari pengalaman island hopping yang lebih privat.

Baca juga:  Menpar Widiyanti Putri Wardhana Dorong Penataan Danau Toba Kelas Dunia

“Belitung memiliki potensi yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Singapura, mulai dari wisata bahari hingga kuliner,” katanya.

Tetapi di balik optimisme itu, pekerjaan rumah masih menumpuk. Membuka rute internasional berarti menuntut standar layanan yang juga internasional. Pelaku wisata di Tanjung Pandan hingga ke pelosok desa wisata di Belitung Timur kini dipaksa berakselerasi dengan selera pasar luar negeri yang kerap kali lebih cerewet soal detail kebersihan dan ketepatan waktu.

Pemerintah sendiri berjanji akan terus menggenjot promosi di Singapura agar tren penumpang ini tidak melandai setelah euforia pembukaan rute berakhir. Bagi Belitung, ini adalah momentum. Jika rute ini bertahan dan berkembang, status “destinasi prioritas” bukan lagi sekadar label di atas kertas kementerian, melainkan mesin ekonomi nyata bagi warga lokal.

Kini, pertanyaannya tinggal satu: mampukah Belitung menjaga kualitas wisatanya tetap autentik di tengah upaya mengejar angka kunjungan wisman? Jangan sampai keindahan pantai-pantai granit itu justru kehilangan ruhnya saat turis mulai berdatangan secara massal. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."