--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Pemerintah Targetkan KUR Rp279 Triliun Perkuat UMKM

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam acara Diseminasi Program Mastercard Strive Indonesia di Jakarta, Senin (4/5/2026), menekankan pentingnya literasi risiko bagi pelaku usaha.

Lokapalanews.id | Jakarta – Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkokoh fundamental ekonomi nasional dengan mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih produktif dan melek risiko digital. Langkah strategis ini ditempuh melalui perluasan akses pembiayaan serta penguatan literasi keuangan bagi ratusan ribu pelaku usaha di seluruh penjuru tanah air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi makro Indonesia yang positif harus dibarengi dengan penguatan di level akar rumput. Menurutnya, fokus pemerintah kini telah bergeser dari sekadar inklusi finansial menuju pencapaian kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan melalui pemahaman risiko yang matang.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Airlangga mengungkapkan, arah kebijakan ini selaras dengan hasil diskusi antara Presiden Prabowo Subianto dan Queen Maxima dari Belanda terkait pengembangan ekosistem keuangan. Pelaku usaha tidak hanya didorong untuk mendapatkan modal, tetapi juga wajib memiliki pengetahuan mendalam mengenai manajemen risiko agar mampu bertahan di tengah dinamika pasar global yang kian kompetitif.

Dalam agenda Diseminasi dan Penyerahan Dokumen Pembelajaran Program Mastercard Strive Indonesia di Jakarta, Senin (4/5), Airlangga mengapresiasi capaian kolaborasi antara Mastercard Indonesia dan Mercy Corps. Program ini tercatat telah menjangkau lebih dari 550.000 pelaku usaha, angka yang melampaui target awal sebanyak 350.000 peserta.

Keberhasilan program tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara sektor publik dan swasta efektif dalam mempercepat transformasi digital UMKM. Pemerintah melihat urgensi peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi era digital, terutama terkait keamanan data dan efisiensi transaksi agar mereka tidak terjerat dalam risiko keuangan yang tidak perlu.

Airlangga menekankan bahwa literasi keuangan yang memadai adalah kunci agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah tidak ingin pelaku UMKM hanya menjadi objek pasar, melainkan subjek yang cerdas dalam mengelola modal dan mengantisipasi ancaman kejahatan siber yang marak menghantui ekosistem digital saat ini.

Guna mendukung visi tersebut, pemerintah telah menetapkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp279 triliun pada tahun ini. Skema pembiayaan ini dirancang lebih spesifik dan terarah berdasarkan sektor usaha, mulai dari industri padat karya, sektor pertanian dan pangan, hingga sektor perumahan untuk usaha kecil.

Baca juga:  Film Drama Pertama Lyto Pictures Angkat Fenomena "People Pleaser", Tayang 2026

Optimalisasi KUR ini diharapkan mampu mendongkrak rasio pembiayaan UMKM di Indonesia yang saat ini masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Airlangga mengakui bahwa rasio pembiayaan dalam negeri perlu dipacu agar setara dengan Thailand dan Malaysia yang telah sukses menembus level dua digit dalam akses modal bagi usaha kecil.

Selain penyaluran kredit, pemerintah juga terus menggulirkan berbagai inovasi investasi seperti Reksa Dana PINTAR dan penguatan ekosistem ultra mikro. Langkah-langkah ini diambil untuk menciptakan sistem pembayaran digital yang lebih efisien, sehingga transaksi harian pelaku usaha dapat terdokumentasi dengan baik dan mempermudah akses ke perbankan.

Airlangga meminta agar pembelajaran dari program Mastercard Strive Indonesia didokumentasikan dengan baik dan segera diimplementasikan pada fase berikutnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap konsisten menjalankan agenda Asta Cita melalui dukungan pembiayaan yang masif bagi UMKM.

Implementasi fase kedua dari program penguatan ini diharapkan mampu mereplikasi kesuksesan yang ada ke wilayah-wilayah yang lebih luas. Pemerintah optimistis bahwa dengan literasi yang kuat dan akses modal yang terbuka lebar, UMKM akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Ferry Irawan, Deputi Bidang Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas. Hadir pula President Director PT Mastercard Indonesia Aileen Goh dan Executive Director Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis yang berkomitmen terus mengawal transformasi UMKM nasional. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."