Lokapalanews.id | Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Papua masih menghadapi tantangan serius yang memerlukan pendekatan komprehensif. Menanggapi aktivitas kelompok bersenjata yang masih eksis, Taufiq menilai negara tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan militer, melainkan harus mengedepankan strategi yang hati-hati dan terukur guna menghindari dampak buruk bagi masyarakat sipil.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa situasi keamanan di Bumi Cenderawasih belum sepenuhnya stabil. Kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dilaporkan masih aktif menjalankan agenda mereka, termasuk dengan memperkuat jejaring komunikasi dan diplomasi di luar negeri. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk tetap waspada tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
Taufiq menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan bersama aparat keamanan saat ini tengah menjalankan strategi ganda. Di satu sisi, kesiapsiagaan pasukan tetap dijaga untuk melindungi kedaulatan negara, namun di sisi lain, pendekatan persuasif melalui dialog dan pembangunan sosial terus diupayakan. Langkah dialogis dianggap sebagai instrumen penting untuk meredam eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Tantangan utama dalam operasi keamanan di Papua adalah pola pergerakan kelompok bersenjata yang sering kali berbaur dengan warga lokal. Menurut Taufiq, kondisi ini menjadi dilema bagi aparat penegak hukum karena setiap tindakan militer yang diambil berisiko mengenai masyarakat sipil jika tidak dilakukan dengan presisi tinggi.
Belajar dari pengalaman penanganan konflik di berbagai daerah pada masa lalu, kehati-hatian menjadi kunci utama. Taufiq mengingatkan bahwa tindakan yang tidak terukur justru berpotensi menimbulkan masalah baru yang lebih luas dan mencederai kepercayaan publik terhadap negara. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral yang berkelanjutan menjadi mutlak diperlukan.
Strategi keamanan di Papua harus mampu menyeimbangkan ketegasan negara dalam menjaga keutuhan wilayah dengan kewajiban melindungi hak-hak warga sipil. Legislator Fraksi PKB ini menyimpulkan bahwa kompleksitas persoalan di Papua tidak dapat diselesaikan dengan satu pendekatan saja, melainkan membutuhkan sinergi antara operasi keamanan yang presisi dan penguatan kesejahteraan masyarakat. *R101






