Lokapalanews.id | Labuan Bajo – Destinasi wisata Labuan Bajo yang selama ini identik dengan wisata bahari dan habitat Komodo kini mulai memperluas daya tarik ke sektor daratan. Meruorah Komodo Labuan Bajo secara resmi memperkenalkan program petualangan bertajuk “An Elevated Landtrip Experience” untuk menggali potensi kekayaan budaya dan lanskap alam di pedalaman Pulau Flores.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk melengkapi narasi perjalanan wisatawan agar tidak hanya berfokus pada aktivitas island hopping atau menyelam. Pengembangan wisata darat ini diharapkan dapat memperpanjang durasi tinggal wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal di luar sektor kelautan.
“Pulau Flores memiliki gua kristal, desa adat, dan bukit savana yang dramatis. Ini adalah kepingan puzzle yang melengkapi petualangan Anda,” ujar General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy H. Butarbutar, dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).
Variasi Destinasi dan Jalur Budaya
Program wisata darat ini mencakup kurasi perjalanan yang terbagi ke dalam beberapa kategori minat. Bagi wisatawan yang menyukai tantangan fisik dan geologi, tersedia jalur menuju Goa Batu Cermin dan Goa Rangko yang dikenal dengan struktur batuan kristalnya. Selain itu, tersedia pula jalur Bukit Sylvia bagi pemburu pemandangan panorama.
Sektor budaya juga menjadi pilar utama dalam pengembangan paket ini. Wisatawan diajak mengunjungi Rumah Tenun dan Desa Melo untuk berinteraksi langsung dengan warisan lokal, serta mengeksplorasi keanekaragaman hayati di Air Terjun Cunca Wulang. Bagi segmen pasar yang lebih muda, tersedia aktivitas memacu adrenalin menggunakan kendaraan ATV di kawasan terbuka.
Standar Pelayanan dan Respons Pasar
Pengembangan produk wisata ini mengedepankan standar pelayanan premium dengan penyediaan pemandu wisata lintas bahasa dan fasilitas penunjang seperti konsumsi selama perjalanan. Berdasarkan data ulasan tamu, kehadiran paket wisata darat ini mulai mendapatkan respons positif dari wisatawan mancanegara yang mencari sisi autentik dari flora dan fauna daratan Flores.
Fleksibilitas menjadi kunci dalam paket ini, di mana perjalanan dapat dipesan untuk grup kecil dengan minimal dua peserta. Hal ini dirancang untuk mengakomodasi tren perjalanan keluarga atau pasangan yang menginginkan privasi namun tetap terorganisir dengan baik.
Dengan adanya diversifikasi produk wisata ini, Labuan Bajo diharapkan dapat bertransformasi menjadi destinasi yang lebih holistik. Peningkatan kunjungan ke desa wisata dan situs alam darat menjadi langkah strategis dalam membagi beban kunjungan yang selama ini bertumpu pada Taman Nasional Komodo, sekaligus memperkuat wajah pariwisata Indonesia di mata internasional. *R106






