Lokapalanews.id | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jaringan perguruan tinggi nasional memobilisasi sumber daya keilmuan dan profesional untuk mempercepat respons serta pemulihan awal pascabencana di Sumatra. Langkah terstruktur ini merupakan implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan krisis.
Sejumlah kampus di Sumatra dan sekitarnya bergerak cepat, tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memberikan layanan kesehatan dan trauma healing di lokasi terdampak.
UNP Fokus Pemulihan Psikologis di Agam
Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas aksi kemanusiaan dengan mendirikan posko utama dan memulai program pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Tim konseling trauma yang terdiri dari 19 dosen dan mahasiswa dikerahkan untuk penanganan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan penguatan resiliensi warga.
Selain konseling, relawan UNP juga menyalurkan sembako dan pakaian layak pakai. Upaya pemulihan fisik meliputi pembersihan 14 rumah, pembuatan jembatan darurat, dan pembenahan jalur air.
USK Menerobos Isolasi Aceh
Di Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Satuan Tugas Respons Senyar mengerahkan sekitar 300 relawan, termasuk 100 tenaga medis. Tim Mapala Leuser USK bahkan berhasil menjadi yang pertama menembus Desa Bergang, Kecamatan Ketol, yang terisolasi selama tujuh hari akibat 14 titik longsor. Mereka menempuh jalur ekstrem sejauh lebih dari 80 kilometer demi memastikan 551 warga menerima bantuan logistik.
Layanan Medis Terpadu di Tamiang
Dukungan medis terpadu diberikan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, oleh tim gabungan yang melibatkan Fakultas Kedokteran dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Sumatera Utara (USU). Tim ini memberikan pemeriksaan umum hingga penjahitan intensif bagi 20 pasien, sekaligus melaporkan kebutuhan mendesak seperti air minum dan peralatan medis steril.
Sementara itu, Universitas Jambi (Unja) menyalurkan sembako dan layanan trauma healing di Solok, sembari merumuskan skema beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak bencana.
Kemdiktisaintek memastikan jejaring kampus akan terus memantau perkembangan dan berperan aktif dalam upaya penanganan hingga tahap pemulihan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam menghadapi situasi darurat di Sumatra. *R104






