Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya mendorong pariwisata berkelanjutan di kawasan Mandalika, Lombok, melalui pelatihan inovasi bisnis berbasis ekonomi sirkular. Bekerja sama dengan Wise Steps Foundation dan Konsorsium Lombok Eco Kriya, program ini bertujuan memberdayakan masyarakat lokal untuk mengelola limbah menjadi peluang ekonomi, menciptakan ekosistem wisata yang bersih dan lestari.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Ika Kusuma Permana Sari, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah. “Ekonomi sirkular bukan hanya solusi persoalan sampah, tapi juga pembuka peluang baru bagi masyarakat agar berdaya secara ekonomi,” katanya. Pelatihan ini mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan wisata yang inklusif dan ramah lingkungan.
Pelatihan yang berlangsung di Lombok Tengah ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan organisasi perempuan. Dengan pendekatan interaktif, peserta diajak memahami konsep ekonomi sirkular dan potensi bisnisnya melalui studi kasus dari pelaku usaha daur ulang lokal.
Direktur Eksekutif Wise Steps Foundation, Ayu Masita, menekankan bahwa pengembangan bisnis hijau harus dimulai dari komunitas. Ia berharap pelatihan ini dapat mendorong generasi muda Lombok menjadi pelaku aktif dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyoroti bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari agenda jangka panjang Kemenpar untuk mengintegrasikan ekonomi sirkular dalam pengembangan pariwisata. Selain mentransfer pengetahuan, kegiatan ini juga membangun jejaring dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan industri.
Produk inovasi dari bisnis sirkular ini nantinya akan dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih, sebuah program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pengembangan desa wisata secara komprehensif. *R104






