Pagi itu saya melihat seorang tetangga yang sedang marah-marah. Gara-garanya sepele: alarm mobil di seberang rumahnya berbunyi melengking di jam tiga pagi. Tetangga saya ini…
Narasi
Kantor atau Panggung Sandiwara?
Saya punya teman, seorang manajer di perusahaan besar. Orangnya lurus. Kerjanya bagus. Tapi bulan lalu dia memilih mundur. Alasannya sederhana: dia lelah bersandiwara. “Saya digaji…
Prodi X Bubar? Hanya Umpan, Krisis Kepemimpinan Itu Inti Masalah
Pagi itu, saya datang ke kantor dengan membawa kopi susu gula aren yang saya beli dari kedai di ujung jalan. Rasanya pas, tidak terlalu manis,…
Politik Kantor dan Tumbal Karier
Saya baru saja mendengar cerita ini dari seorang teman lama. Cerita klasik, yang seolah diulang-ulang di banyak kantor. Tempat Anda bekerja, tempat saya bekerja, tempat…
Gedung Kampus Itu Hampir Ambruk, Bukan Karena Gempa!
Beberapa hari lalu, saya sedang duduk di pinggir sawah, melihat sekelompok bebek berbaris rapi menuju kandang. Saya pikir, bebek-bebek ini punya tata tertib yang lebih…
Kebenaran itu Mahal, Kenapa Kita Sering Takut Bayar?
Siang itu, saya sedang menikmati kopi pahit di sebuah warung kecil dekat kantor. Tiba-tiba, seorang tukang ojek yang sudah langganan saya menyapa. Dia bilang begini:…
Anak Kampus Nakal, ‘Wali Kelas’ Panggil, Ortu Jangan Main Lari
Saya selalu percaya satu hal: Anda bisa menyembunyikan masalah, tapi baunya akan tercium juga. Sama seperti saat saya dulu bersekolah. Murid mana pun yang punya…
Dosen Cuma Mikirin Cicilan, Kampus Kita Kena Virus ‘Minder Kapital’
Beberapa hari lalu, saat duduk di warung kopi, mata saya tertuju pada seorang profesor. Rambutnya sudah memutih, tapi dia bukan sedang membaca jurnal tebal. Dia…
Akreditasi Digital: Mati di Otomasi, Hidup di Hasil
Saya ini senang sekali mengamati perilaku orang di tempat-tempat resmi. Bukan bermaksud usil, tapi lebih karena penasaran kenapa hal yang seharusnya mudah justru dibuat ribet….
Senat Kampus, Dari Parlemen Moral Menjadi Petugas Angguk Kepala
Beberapa hari lalu, saya bertemu kolega lama. Ia seorang profesor senior, wajahnya sering muncul di televisi sebagai komentator ahli. Orangnya lurus, kritis, dan tak takut…
Dari Harapan Menjadi Ancaman: Mengapa Kita Selalu Terperangkap?
Saya melihat seorang anak kecil menangis kemarin sore. Bukan karena jatuh atau lapar, tapi karena handphone-nya mati. Benar-benar drama, bagi dia. “Kenapa tidak di-charge saja?”…
Benih Kebohongan dan Ledakan Kebenaran
Saya selalu takjub dengan cerita-cerita kecil di sekeliling kita. Pernah suatu pagi, saat jalan pagi di depan rumah, saya lihat ada retakan di aspal jalan….
Pemimpin Tukang Kebun, Bukan Tukang Klaim
Di sebuah kedai kopi yang riuh, saya melihat wajah seorang anak muda yang tadinya ceria berubah masam. Setelah saya tegur, dia bilang baru saja mengajukan…
Netralitas Itu Cuma Fiksi Sampah
Sore itu saya sedang santai di teras, minum kopi tanpa gula, ditemani keriuhan burung gereja. Saya lihat ada satu kejadian yang membuat dahi saya berkerut….
Ketika Keikhlasan Gugur di Kampus Sendiri
Minggu lalu, saya menonton sebuah film dokumenter lama. Tentang seorang kakek di desa yang masih menyimpan cangkul tua peninggalan ayahnya. Cangkul itu bukan sekadar besi…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
