Di sudut selasar SMP Negeri 2 Banjarbaru, mentari pagi jatuh menyentuh pundak seorang gadis kecil yang sedang merapikan tali sepatunya. Tak ada lagi binar ketakutan…
Narasi
Mencari Penyakit di Ijazah yang Sehat
Begini rasanya kalau “ijazah” dicari-cari kesalahannya. Padahal, dulu saat saya diterima, ijazah itu dipuji setinggi langit. Pernahkah Anda membeli sebuah mobil? Saat baru dibeli, Anda…
Gagal Urus Kantor, Sibuk Urus Status Facebook
Ini repotnya kalau punya bos yang tidak punya akun medsos, tapi hobinya dengar laporan dari “intel” kantor. Begini ceritanya. Ada teman saya, sebut saja namanya…
Jujur Itu Dosa
Saya pernah bertemu seseorang. Orangnya lurus. Kerjanya bagus. Tapi, dia mendadak jadi musuh bersama di kantornya. Aneh? Tidak juga. Setelah saya selidiki, masalahnya cuma satu:…
Ketangguhan di Balik Sisa Lumpur: Saat Ibu Menjadi Jangkar Pemulihan Aceh
Di bawah langit Aceh yang masih menyisakan mendung, jari-jemari Aminah (bukan nama sebenarnya) gemetar saat menyentuh sisa dinding rumahnya yang baru saja diterjang banjir dan…
Racun yang Menyamar dalam Asap dan Rasa
Di sebuah sudut ruang tamu yang temaram di pinggiran Jakarta, seorang ibu bernama Maryam (bukan nama sebenarnya) menatap nanar ke arah sebuah benda kecil berbentuk…
Sepasang Mata yang Lengah dan Pelajaran dari Balkon Rawa Bunga
Siang itu di Rawa Bunga, Jatinegara, keriuhan kota Jakarta Timur mendadak senyap oleh sebuah dentum yang menyayat hati. Di atas lantai aspal yang dingin, seorang…
Di Balik Layar yang Retak: Saat Harga Diri Menjadi Tawanan Algoritma
Di sebuah sudut kamar yang temaram, Maya (bukan nama sebenarnya) menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Cahaya biru dari gawai itu menyinari matanya yang sembab,…
Langkah Berani Meutya
Pagi tadi saya melihat cucu saya asyik sekali dengan ponselnya. Wajahnya serius. Jarinya lincah menari di layar. Saya tanya, “Lagi apa?”. Dia jawab, “Lagi tanya…
Di Bawah Langit Jatiluwih: Air Mata di Pucuk Padi yang Terluka
Mentari baru saja mengintip di balik Gunung Batukaru, membasuh hamparan terasering Jatiluwih dengan warna keemasan. Namun, bagi Wayan (nama samaran), seorang petani yang seluruh hidupnya…
Jargon dan Bau Busuk
Saya mengelus dada membaca laporan itu. Ada sebuah kampus pusatnya kaum intelektual yang jargonnya luar biasa mentereng. Kebangsaan. Pancasila. Jiwa Semangat Nilai (JSN) ’45. Kurang…
Hukum Mati Tanpa Algojo
Saya punya teman. Dulu akrab sekali. Makan bareng, diskusi sampai subuh, bahkan jatuh bangun urusan bisnis pun bersama. Tapi, suatu hari, sebuah pengkhianatan terjadi. Bukan…
Waspada Si Raja Ego
Saya pernah punya kenalan. Orangnya asyik diajak bicara. Penampilannya rapi. Gayanya meyakinkan. Tapi, lama-lama saya merasa ada yang aneh. Setiap kali ada masalah, dia tidak…
Cermin Karma
Saya teringat kejadian di sebuah bandara, beberapa tahun lalu. Saat itu antrean imigrasi mengular panjang sekali. Di depan saya, ada seorang bapak yang terus-menerus mengomel….
Menanam Jujur, Menuai Hancur
Saya masih ingat getar suara seorang sopir taksi di Surabaya bertahun-tahun lalu. Dengan mata yang basah oleh amarah yang tertahan, ia bercerita tentang pemecatannya. Dosanya…
Main Hakim Sendiri di Grup WhatsApp: Ketika Kampus Kehilangan Etika
Malam itu saya tertegun menatap layar ponsel. Di sebuah grup WhatsApp resmi kampus – tempat yang seharusnya menjadi ruang koordinasi intelektual – sebuah pesan muncul….
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
