--- / --- 00:00 WITA
Nama dan Nyali
Narasi  

Nama dan Nyali

Saya sedang membaca daftar. Panjang sekali. Ada banyak universitas yang memakai nama pahlawan nasional. Ada Sang Proklamator. Ada Sang Panglima Besar. Ada pula tokoh pergerakan…

Asap yang Menjerat
Narasi  

Asap yang Menjerat

Saya punya kawan lama. Dia baru saja berhenti merokok tembakau. Katanya demi kesehatan paru-paru. Sekarang, di tangannya selalu ada benda kecil. Bentuknya kotak, mengeluarkan asap…

Batas Usia Kita
Narasi  

Batas Usia Kita

Pagi tadi saya melihat seorang anak. Usianya mungkin baru sepuluh tahun. Ia duduk di pojok kedai kopi. Matanya terpaku pada layar ponsel. Jempolnya lincah sekali…

Nama yang Berat
Narasi  

Nama yang Berat

Saya teringat obrolan di sebuah warung kopi pinggiran. Di sana, seorang kakek bercerita tentang masa mudanya. Tentang bagaimana ia harus bersembunyi di hutan. Hanya untuk…

Asap di Trotoar
Narasi  

Asap di Trotoar

Saya menyetir pelan di Denpasar. Mata saya perih. Bukan karena polusi knalpot. Tapi karena pemandangan di kiri-kanan jalan. Tumpukan plastik itu menggunung. Baunya menusuk sampai…

Gada di Antara
Narasi  

Gada di Antara

Saya baru saja minum kopi hitam tanpa gula di sebuah kedai kecil dekat bandara. Di televisi gantung, berita duka itu mengalir. Ada wajah-wajah muda dalam…

Pensiun Bukan Berhenti
Narasi  

Pensiun Bukan Berhenti

Saya teringat seorang profesor sepuh di kampus dulu. Rambutnya putih seluruhnya. Jalannya mungkin melambat, tapi bicaranya seperti air terjun: deras, jernih, dan penuh ilmu. Baginya,…

Hantu Lama Bersemi
Narasi  

Hantu Lama Bersemi

Saya baru saja minum kopi hitam. Rasanya agak pahit malam ini. Sama pahitnya dengan kabar dari gedung Mahkamah Konstitusi kemarin. Ada sekelompok warga negara yang…

Bau Surga
Narasi  

Bau Surga

Saya sedang duduk di sebuah warung kecil. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Kuta. Angin sore itu bertiup cukup kencang. Biasanya, angin membawa aroma laut. Garam…

Ular yang Sesungguhnya
Narasi  

Ular yang Sesungguhnya

Saya baru saja merenung. Tentang sebuah tuduhan yang aneh. Ada seseorang yang menuduh orang lain sebagai ular. Ular yang kelaparan, katanya. Logikanya begini: kalau ular…

Tikaman Kawan Sendiri
Narasi  

Tikaman Kawan Sendiri

Siang itu panas. Tapi hati teman saya jauh lebih mendidih. Ia seorang pejabat. Sukses. Punya pengaruh besar. Kami bertemu di sebuah warung makan. Awalnya obrolan…

Minta Maaf Saja
Narasi  

Minta Maaf Saja

Saya tertegun sejenak. Membaca berita dari Bali itu. Hari Rabu kemarin. Tepat setahun Wayan Koster memimpin kembali. Kali ini bersama Giri Prasta. Biasanya pidato satu…

Mudik Jangan Mewah
Narasi  

Mudik Jangan Mewah

Saya baru saja mendarat. Di sebuah bandara yang sedang sibuk-sibuknya. Orang sudah mulai bicara tiket. Orang sudah mulai menghitung hari. Padahal Idulfitri masih dua minggu…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.