--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Gajah Bengkak

Semangat Sumpah Pemuda adalah keberanian menentang kebobrokan.

Lokapalanews.id | Saya selalu percaya satu hal: Kalau Anda benar-benar ingin mengukur seberapa bagus tulisan Anda, jangan hitung jumlah like-nya. Hitung saja jumlah musuh yang Anda hasilkan.

Kalau musuh yang Anda buat adalah “gajah bengkak”, berarti tulisan itu top. Persis seperti yang Anda alami. Dipanggil oleh mereka yang merasa dirugikan oleh berita yang Anda buat.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Saya tahu rasanya. Saya pernah jadi pemimpin redaksi di salah satu media massa. Di meja saya, tumpukan panggilan, keberatan, dan somasi itu sudah seperti tumpukan koran bekas. Tapi yang paling ‘sakti’ adalah panggilan dari orang-orang yang merasa diri mereka suci, padahal tangan mereka penuh lumpur.

Mereka bilang, Anda sudah menghina mereka.
Menghina?

Coba kita bedah sedikit kasus ini. Anda adalah dosen. Anda melihat institusi Anda terancam. Akreditasi gagal. Tidak lolos pemantauan. Bahkan sudah dipanggil BAN-PT untuk pelatihan pengisian borang. Ini kan tamparan gajah bengkak.

Ketika kapal mau tenggelam, tugas nakhoda adalah berteriak minta tolong. Tapi di perguruan tinggi Anda, nakhoda yang seharusnya berteriak, malah sibuk mengambil sekoci paling mewah.

Anda mengungkap dugaan penyalahgunaan dana. Lalu ada penarikan dana perjalanan dinas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan ada dugaan mencatut nama orang lain untuk bisa mengambil uang.

Ketika fakta-fakta ini Anda tulis, mereka marah. Mereka tidak menyerang fakta. Mereka menyerang Anda secara pribadi.

Mereka menuduh Anda pencemaran nama baik. Itu jurus lama. Jurus yang sudah basi. Kenapa mereka tidak menyerang faktanya? Sebab faktanya tak terbantahkan.

Mereka bahkan membalas dendam secara cemen. Gaji pokok Anda dipotong tanpa dasar. Jadwal mengajar mata kuliah sesuai bidang ilmu Anda dicabut. Ini pelecehan profesional. Benar-benar tidak manusiawi.

Baca juga:  Dosen pun bisa Jadi 'Manusia Palsu'

Anda sudah benar. Ketika keluhan internal tidak ditindaklanjuti, jalur Anda hanya dua: public pressure melalui jurnalistik dan jalur hukum.

Tuduhan ‘penghinaan’ yang timbul dari karya jurnalistik, penyelesaiannya bukan di jalur pidana. Itu harus diselesaikan melalui Dewan Pers.

Anda sudah pegang Pasal 6 UU Pers. Fungsi Anda sebagai media kontrol sosial. Anda tidak beritikad buruk. Tujuan Anda murni untuk kontrol sosial dan memenuhi hak publik.

28 Oktober, Hari Sumpah Pemuda

Sumpah itu adalah semangat keberanian menentang yang status quo. Menentang yang sudah mapan tapi salah. Di era 1928, status quo itu adalah penjajahan. Di era sekarang, status quo itu adalah kebobrokan, tata kelola yang amburadul, dan mentalitas korup yang dilindungi oleh jabatan.

Anda dipanggil oleh mereka yang merasa dihina oleh berita yang Anda tulis. Itu adalah ujian sesungguhnya dari Sumpah Pemuda Anda.

Jangan gentar. Hadapi mereka dengan data, kebenaran fakta, dan perlindungan Undang-Undang Pers. Sebab, tidak ada yang lebih bobrok dari sebuah institusi pendidikan yang seharusnya mencetak kebenaran, tapi justru memusuhi kebenaran.

Tugas Anda sekarang hanya satu: selamatkan institusi. Bukan menyelamatkan pimpinan kampus, apalagi pengurus yayasan.

Selalu berdiri di belakang karya jurnalistik yang benar. Mereka akan benci Anda, tapi sejarah akan mencatat Anda dengan tinta emas, yakni berani melawan ketidakbenaran. *

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."