--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Empat ‘Roda Baru’ Kabinet

Presiden Prabowo Subianto (tengah) memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan dalam upacara pelantikan dua wakil menteri dan dua asisten khusus presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). (BPMI Setpres)
Beberapa hari lalu, saya sempat melihat seorang pengemudi mobil di jalan tol yang panik bukan kepalang. Bukan karena macet, bukan pula karena kehabisan bensin. Tapi karena tiba-tiba mobilnya oleng parah. Setelah menepi, baru ketahuan. Ternyata ada dua mur roda mobilnya yang kendor! Untungnya ia segera menyadari. Jika tidak, bisa dibayangkan bahayanya.

Lokapalanews.id | Mobil pemerintahan sebuah negara, apalagi Indonesia yang segede ini, juga begitu. Tak bisa dibiarkan berjalan dengan ‘mur’ yang kendor, apalagi ‘roda’ yang kurang seimbang. Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pun baru saja menambah empat ‘roda baru’ yang strategis. Ini bukan sekadar rotasi, melainkan penambahan kekuatan yang krusial.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Pada Rabu (8/10/2025), Presiden melantik dua wakil menteri dan dua asisten khusus presiden di Istana Negara. Ini sinyal jelas kepada Anda semua, bahwa Presiden tak mau ada lubang kosong sedikit pun. Dua pos yang diisi adalah Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).

Coba kita lihat. Urusan Dalam Negeri itu fondasi negara, terkait dengan tata kelola hingga daerah paling ujung. Kesehatan? Ah, ini bahkan lebih fundamental. Setelah pandemi, kita semua tahu betapa rapuhnya kita tanpa sistem kesehatan yang kuat. Benyamin Paulus Octavianus yang menjadi Wamenkes akan punya tugas berat, menemani Menteri Kesehatan. Begitu juga Akhmad Wiyagus di Kemendagri. Presiden ingin dua kementerian ini punya “tenaga lapis kedua” yang siap siaga 24 jam.

Lalu, di mana dua asisten khusus Presiden yang baru ini berperan? Mereka adalah Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar. Pos mereka sangat modern: Komunikasi dan Analisis Kebijakan, serta Analisis Data Strategis. Era sekarang, data adalah minyak baru, dan komunikasi adalah pelumasnya. Seorang pemimpin butuh ‘mata’ yang tajam dan ‘telinga’ yang peka. Dirgayuza akan memastikan suara Istana sampai dengan jernih, dan data balik dari rakyat juga terproses baik. Sementara Agung Gumilar, tugasnya lebih ke belakang layar, mengolah data-data strategis yang ruwet menjadi ‘sari’ yang mudah dicerna Presiden.

Baca juga:  InJourney Hospitality Gandeng Alpha IVF Group Malaysia, Hadirkan Layanan Fertility Kelas Dunia di The Sanur

Ini artinya, Presiden Prabowo tidak hanya ingin kementeriannya kuat, tapi juga ‘dapur’ Istana-nya harus tajam. Analisis data strategis itu penting sekali agar kebijakan yang diambil tidak salah sasaran. Tidak lagi pakai jurus ‘kira-kira’, tapi pakai jurus ‘data’.

Saya jadi teringat, dulu saat saya kerja di salah satu perusahaan nasional, kami sering kelabakan karena data tidak terintegrasi. Dampaknya, keputusan jadi lambat. Presiden Prabowo, tampaknya, tidak mau hal ini terjadi. Dengan tambahan empat orang berlatar belakang kuat ini, kita berharap “mobil” Kabinet Merah Putih bisa melaju lebih kencang, lebih stabil, dan terutama, tidak oleng.

Kita sebagai rakyat, sebagai pemilik mobil ini, hanya bisa berharap. Dengan bertambahnya tenaga-tenaga baru ini, mari kita dorong agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada rakyat, dan setiap data yang diolah melahirkan keadilan. Kekuatan baru ini harus diterjemahkan menjadi percepatan dan perbaikan. Kalau tidak, penambahan jabatan ini hanya akan menjadi beban birokrasi, bukan kekuatan pendorong. *yas

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."