--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Tiga Pilar Strategi Perlindungan Anak

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sedang memberikan keterangan pers di hadapan awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lokapalanews.id | Jakarta – Regulasi PP TUNAS, yang disahkan pada 28 Maret 2025, menjadi pilar pertama yang fokus pada perlindungan anak di ruang siber. Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan, regulasi ini memaksa seluruh platform digital untuk menyediakan fitur keamanan esensial.

“Platform digital harus menyediakan filter konten, verifikasi usia, dan kontrol orang tua. Anak-anak berhak tumbuh aman, sehat, dan terlindungi,” ujar Meutya saat menyampaikan sambutan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Dua pilar strategi lainnya berkaitan dengan kesehatan dan karakter. Pilar kedua adalah pemenuhan gizi dan kesehatan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Kemkomdigi berperan memastikan informasi mengenai program MBG dan PKG ini mudah dipahami masyarakat, agar orang tua menyadari manfaat langsungnya bagi tumbuh kembang anak.

Pilar ketiga adalah penguatan karakter bangsa melalui pelestarian budaya. Menurut Menteri, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan budaya. Ruang komunikasi dan informasi yang dikelola Kemkomdigi tidak hanya mengatur tata kelola siber, tetapi juga berfungsi sebagai medium penyebaran nilai-nilai budaya bangsa.

Keseimbangan Digital dan Budaya Bangsa

Menkomdigi menekankan bahwa kehidupan anak tidak boleh didominasi sepenuhnya oleh ruang digital. Anak-anak tetap harus berinteraksi dengan budaya dan pengalaman nyata. Pura Mangkunegaran, misalnya, disebut dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda agar dekat dengan akar budaya bangsa.

Melalui program literasi digital, inisiatif konten positif, dan kolaborasi intensif dengan lembaga budaya, pemerintah berupaya menyeimbangkan percepatan teknologi dengan pelestarian identitas nasional.

“Dengan demikian, anak-anak tidak hanya terlindungi dari sisi digital, tetapi juga mendapatkan ruang pembelajaran yang menanamkan rasa cinta tanah air, menghormati kearifan lokal, dan membangun karakter kebangsaan,” pungkas Menteri.

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara melalui SGN Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Situbondo

Tujuan akhir dari strategi terpadu ini adalah mewujudkan anak Indonesia yang aman di dunia digital, sehat secara jasmani, dan kuat dalam identitas budaya sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."