Lokapalanews.id | Sleman – Warga RT 09 RW 04 Padukuhan Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman, mengubah tradisi pemilihan ketua lingkungan melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan. Langkah ini memadukan penggunaan Google Form serta Microsoft Excel untuk menjamin akurasi data pemilih sekaligus efisiensi rekapitulasi suara.

Panitia pemilihan menerapkan metode ini guna meminimalisasi kesalahan manusia saat proses pendataan hingga penghitungan akhir. Teknologi tersebut memfasilitasi keterlibatan warga yang berhalangan hadir secara fisik di lokasi pemungutan suara.
Panitia menggunakan kecerdasan buatan untuk merancang media sosialisasi calon ketua RT agar informasi tersampaikan lebih efektif. Penggunaan Google Form membuka akses bagi warga yang sedang bekerja atau berada di luar kota untuk menyalurkan hak suara mereka.
Data menunjukkan total suara masuk mencapai 73, sementara suara sah tercatat sebanyak 71. Panitia menetapkan dua suara dinyatakan tidak sah karena ketidaksesuaian prosedur pengisian kartu suara oleh pemilih.
Sigit Wahyudi berhasil unggul dengan perolehan 33 suara, mengungguli dua kandidat lainnya. Suparno menempati posisi kedua dengan 20 suara, disusul Akhmadi yang memperoleh 18 suara.
Panitia menjaga transparansi dengan melakukan tabulasi manual yang kemudian dikonversi ke dalam rekapitulasi Microsoft Excel. Proses penghitungan suara berlangsung terbuka dan disaksikan secara langsung oleh warga setempat guna memastikan validitas hasil akhir.
Keberhasilan pemilihan ini melibatkan peran aktif jajaran panitia yang terdiri dari I Wayan Ordiyasa sebagai ketua dan Muhajirin sebagai sekretaris. Restu bertanggung jawab pada perlengkapan teknis, Fitriyani di bagian pendaftaran, serta Marlina sebagai pengarah pengisian kartu suara.
Transformasi digital di tingkat rukun tetangga ini tetap mempertahankan nilai gotong royong dan kebersamaan antarwarga. Model pemilihan tersebut menjadi bukti nyata bahwa teknologi mampu mendukung tata kelola demokrasi lingkungan secara akuntabel. *R107







