--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Kemkomdigi Siap Gandeng Unila Berantas Judi Online dengan GATE System

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar menerima kunjungan Tim Gambling Activity Tracing Engine (GATE System) dari Universitas Lampung di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin (22/9/2025). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pengawasan ruang digital dari judi online.

Lokapalanews.id | Jakarta – Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Alexander Sabar, mengapresiasi dan membuka peluang kolaborasi dengan Tim Gambling Activity Tracing Engine (GATE System) dari Universitas Lampung (Unila) untuk memerangi judi online. Kunjungan Tim GATE System, inovasi mahasiswa yang mampu mendeteksi aktivitas judi berbasis linguistik dan visual serta melacak transaksi finansialnya, diterima Alexander Sabar di Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025). Inovasi ini dinilai sejalan dengan misi Kemkomdigi yang telah menangani lebih dari 2,17 juta konten judi online sejak Oktober 2024.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyatakan bahwa inovasi GATE System yang dikembangkan oleh lima mahasiswa Unila merupakan bukti kepedulian generasi muda terhadap permasalahan bangsa.”GATE System adalah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap masalah bangsa. Inovasi ini sejalan dengan misi kami memberantas judi online,” ungkap Alexander saat menerima tim tersebut di Kantor Kemkomdigi, Senin (22/9/2025).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Alexander menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan akademisi, dengan menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi adalah kunci untuk memperkuat pengawasan ruang digital Indonesia.“Pertemuan ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga momentum memperluas sinergi agar ruang digital Indonesia semakin aman dan berkelanjutan,” ujarnya.Alexander juga memaparkan data penanganan judi online oleh kementerian. Sejak 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025, Kemkomdigi telah menangani lebih dari 2,17 juta konten judi, yang mayoritas berasal dari situs dan Internet Protocol (IP).

Tim GATE System yang terdiri dari Aulia Rafly Lubis, Mohamad Ghinau Thofadilah, Eka Arinda, Belia Nabila Putri, dan Zaka Kurnia Rahman menjelaskan bahwa ide mereka lahir dari keresahan atas maraknya kasus judi online. Zaka Kurnia Rahman, salah satu anggota tim, menjelaskan prototipe yang mereka kembangkan memiliki kemampuan unik. Sistem tersebut mampu menghimpun data dari website yang terindikasi judi, menganalisisnya secara linguistik dan visual, serta dilengkapi metode secure untuk menelusuri transaksi finansial yang diduga terkait. “Kami berhipotesis judi online dapat dimatikan secara finansial. Karena itu, metode secure ini kami kembangkan untuk melacak transaksi deposito,” jelas Zaka.

Baca juga:  Kemkomdigi Tindak Delapan Aplikasi Penyebar Data Nasabah

Meskipun saat ini GATE System masih dalam tahap kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-GVK) menuju PIMNAS, Zaka menegaskan kesiapan tim untuk melanjutkan kolaborasi dengan Kemkomdigi setelah kompetisi selesai.Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Lampung, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., berterima kasih atas sambutan Kemkomdigi. Ia menekankan komitmen kampus untuk terus mendorong kreativitas mahasiswa agar memiliki dampak nyata bagi masyarakat.”Universitas Lampung akan terus mendukung langkah kreatif mahasiswa. Semoga inisiatif ini berkembang menjadi kolaborasi konkret antara akademisi dan pemerintah,” tegas Prof. Sunyono. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."