--- / --- 00:00 WITA

Cetak Sineas Global, Jurusan Film BINUS Gandeng Industri dan Kampus Dunia

Suasana kegiatan belajar dan mengajar mahasiswa Program Studi Film BINUS University di Kampus Alam Sutera, Jakarta.

Lokapalanews.id | Jakarta – Industri film Indonesia yang terus berkembang membutuhkan talenta kreatif yang mumpuni. Menjawab tantangan ini, Program Studi Film BINUS University menyiapkan sineas muda dengan kurikulum terintegrasi, fasilitas lengkap, dan jaringan luas dengan industri serta institusi global.

Kurikulum yang ditawarkan mencakup sisi praktik produksi dan kajian akademis. Mahasiswa mendapatkan bimbingan dari dosen yang berpengalaman di industri film.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Keunggulan program ini terletak pada beragamnya jalur peminatan, seperti Film Production yang fokus pada proses teknis dan kreatif, serta Film Studies untuk mendalami teori dan sejarah film. Mahasiswa juga dapat mengambil minor program di bidang pendukung seperti animasi atau bisnis kreatif.

Program Studi Film BINUS telah mendapatkan akreditasi internasional dari HEEACT (Higher Education Evaluation & Accreditation Council of Taiwan). Fasilitas yang tersedia mendukung berbagai tahap produksi, mulai dari kamera RED, sound stage, hingga studio dubbing.

BINUS Film juga menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi ternama, termasuk Visinema, Studio Antelope, Cinema XXI, hingga King’s College London. Kolaborasi ini memberi mahasiswa pengalaman langsung dalam proyek industri nyata.

Untuk membekali mahasiswa dengan wawasan global, program ini menyediakan jalur Study Abroad ke universitas di Korea Selatan, Ceko, dan Polandia.

Prospek karier lulusannya sangat luas, mulai dari director, producer, scriptwriter, cinematographer, hingga film distributor dan film programmer. Tingkat penyerapan lulusannya juga tinggi, mencapai 100% pada tahun 2023 dan 2025, serta 84% pada 2024, enam bulan setelah lulus.

Beberapa alumni BINUS Film yang sukses di industri antara lain Vania Ivena sebagai editor dan produser di NBC Universal, Los Angeles, serta Winny Benjamin, penulis skrip film “Dear David” di Netflix. Selain itu, ada Charlotte dan Iqbal Fadly yang masuk nominasi Film Terbaik FFI 2015.

Baca juga:  Integrasi Big Data Nasional: Upaya Memutus Pola Sporadis Pengembangan Bakat Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai respons terhadap perkembangan teknologi, Program Studi Film juga mengintegrasikan materi AI Filmmaking dan pelatihan menjadi showrunner untuk serial di kelas New Media Production. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."