--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Mengapa Dosen Selingkuh?

Cermin yang pecah melambangkan rusaknya integritas. Di dalam dunia akademik, integritas seorang pengajar adalah cermin bagi mahasiswanya. Ketika cermin itu retak, maka akan melukai kepercayaan yang sulit diperbaiki.

Lokapalanews.id | Ada yang bertanya pada saya. Nada suaranya heran. “Mengapa dosen bisa selingkuh?” Pertanyaan itu aneh, tapi sekaligus menggelitik.

Dosen, di mata kita, adalah simbol intelektualitas. Mereka guru bangsa. Panutan. Teladan. Tapi, faktanya, gosip tentang dosen selingkuh bukan lagi rahasia. Berita itu beredar di media. Juga dari mulut ke mulut. Di lorong-lorong kampus.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Apakah alasannya sesederhana “cinta yang salah alamat”? Tentu tidak.

Lingkungan akademik itu intens. Diskusi, seminar, bimbingan, penelitian bersama. Bahkan perjalanan dinas. Kedekatan emosional bisa tumbuh di situ. Bila tak dijaga, kedekatan itu bisa berubah menjadi hubungan terlarang.

Lalu, ada tekanan psikologis. Beban dosen itu berat. Mengajar, meneliti, menulis, belum lagi administrasi. Di rumah, sebagian merasa tidak mendapat dukungan. Maka, muncullah ‘pelarian’.

Faktor lain, otoritas. Dosen punya kekuasaan. Menentukan nilai, rekomendasi, bahkan masa depan mahasiswa bimbingannya. Kekuasaan tanpa integritas adalah pintu menuju penyalahgunaan. Namun, tidak semua bisa disalahkan pada sistem. Selingkuh adalah pilihan. Bukan cuma soal kesempatan.

Karakter, moral, dan kontrol diri yang membedakan. Ada yang teguh. Ada yang tergelincir. Di beberapa tempat, perilaku ini dianggap “biasa saja”. Tidak ada sanksi sosial. Tidak ada sanksi institusi.

Dosa pribadi pun berubah menjadi rahasia umum. Dampaknya? Besar.

Bagi mahasiswa, wibawa dosen runtuh. Bagi kolega, integritas akademik tercoreng. Reputasi kampus pun ikut tercabik.

Kampus seharusnya rumah kejujuran. Rumah teladan.

Bagaimana mungkin nilai-nilai itu ditanamkan, jika pemimpin dan pengajarnya goyah dalam hal paling mendasar: kesetiaan?

Selingkuh memang bukan monopoli dosen. Tapi ketika terjadi di dunia akademik, lukanya lebih dalam.

Publik menaruh harapan besar pada mereka.

Baca juga:  Dosen Cuma Mikirin Cicilan, Kampus Kita Kena Virus 'Minder Kapital'

Pada akhirnya, jawaban mengapa dosen selingkuh selalu sama: integritas pribadi. Kesetiaan itu bukan soal ada atau tidaknya kesempatan. Tapi soal berani atau tidaknya menolak godaan.

Dosen boleh pintar. Boleh bergelar panjang. Tapi tanpa karakter, ia hanya akan jadi cermin retak yang tak pantas diteladani. *yas

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."