--- / --- 00:00 WITA

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pembiayaan Rumah

Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) bersama mantan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa saat berdiskusi di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa (19/8/2025). (Foto: Dok. Kementerian PKP)

Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengajak Suharso Monoarfa, mantan Menteri Perumahan Rakyat, untuk berdiskusi terkait potensi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Diskusi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo.

Maruarar Sirait mengapresiasi gagasan FLPP yang dicetuskan oleh Suharso Monoarfa pada 2009-2011. Menurutnya, program ini terbukti sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja informal dalam memiliki rumah subsidi yang layak.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“FLPP, BSPS, dan PSU merupakan karya dari Suharso Monoarfa. Kita akan lanjutkan dan tingkatkan untuk masyarakat,” tegas Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Selain meningkatkan kuota KPR FLPP dari 220.000 menjadi 350.000 unit, Kementerian PKP juga sedang menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Inisiatif ini digagas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan untuk mendorong pertumbuhan sektor properti.

Maruarar juga menyoroti berbagai insentif lain yang telah diberikan pemerintah, seperti penghapusan BPHTB dan PBG serta perpanjangan PPN DTP di sektor perumahan. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan sektor properti di Indonesia.

Suharso Monoarfa mengaku senang melihat program yang ia gagas terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Ia menyebut kenaikan kuota FLPP sebagai langkah luar biasa yang harus didukung oleh semua pihak untuk mengurangi angka backlog perumahan di Indonesia.

“Kementerian PKP harus mampu mewujudkan 3 juta rumah sehingga mampu mengurangi backlog perumahan di Indonesia,” pungkas Suharso. *R105