Lokapalanews.id | Sumedang – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau progres pembangunan rumah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Maruarar didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah rumah milik Rian Suristiawan. Rumah milik tukang kebun berpenghasilan Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per hari tersebut sedang dalam tahap renovasi dari ukuran 4 kali 6 meter menjadi sekitar 33 meter persegi.
Pembangunan rumah dimulai sejak 20 Juni 2026 dan ditargetkan rampung akhir Agustus 2026. Progres pengerjaan saat ini telah mencapai 50 persen.
Maruarar menyatakan Program BSPS merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menangani rumah tidak layak huni. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran negara agar tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan alokasi BSPS terbesar tahun 2026, yakni 42.508 unit. Di Kabupaten Sumedang, jumlah bantuan meningkat menjadi 2.060 unit pada 2026 dari sebelumnya 364 unit pada 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar menyaksikan pelaksanaan Pemilihan Toko Terbuka untuk pengadaan material. Mekanisme ini menghasilkan efisiensi sebesar Rp6,3 juta dari pagu anggaran Rp280 juta melalui proses negosiasi terbuka dua toko material.
Maruarar menegaskan hasil efisiensi tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk tambahan material bangunan. Ia meminta agar prioritas penerima bantuan adalah warga lanjut usia, warga sakit, dan warga yang tidak bekerja.
Selain itu, program ini melibatkan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan perputaran uang di daerah. Keterlibatan tersebut mencakup tukang bangunan, toko material, jasa angkutan, serta tenaga pendamping setempat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan program ini memiliki efek berganda bagi perekonomian. Ia menilai BSPS mampu menyerap tenaga kerja serta menggerakkan sektor usaha pendukung di daerah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan Program BSPS menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menekan angka kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Sumedang juga menggerakkan program tanggung jawab sosial perusahaan untuk renovasi 100 rumah dengan nilai bantuan masing-masing Rp5 juta. *R105







