--- / --- 00:00 WITA

Sains dan Teknologi, Kunci Indonesia Emas 2045

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 resmi digelar di Bandung. Acara ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan industri berbasis sains, riset, dan inovasi.

Lokapalanews.id | Bandung – Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 resmi digelar di Bandung. Acara ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan industri berbasis sains, riset, dan inovasi. Presiden Prabowo Subianto hadir dan menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun ke depan.

Mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, KSTI 2025 menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat. Tujuannya adalah mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi industri bernilai tambah tinggi. Presiden juga memotivasi para ilmuwan untuk berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan bangsa.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan pentingnya penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional. Menurutnya, hal ini menjadi fondasi utama untuk bertransformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy). Dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan industrialisasi yang bernilai tambah tinggi.

KSTI 2025 akan menghasilkan peta jalan riset yang terfokus pada delapan sektor strategis. Sektor-sektor tersebut antara lain energi, pertahanan, digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur maju.

Pemilihan delapan sektor ini didasarkan pada kebutuhan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi. Pengembangan sektor-sektor ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk menempatkan Indonesia sebagai pemimpin industri di tingkat global. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang berfokus pada kemandirian ekonomi dan inovasi teknologi.

Konvensi ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peneliti, rektor, dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari kementerian, BUMN, dan industri. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan industri, sehingga melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berdaya saing global. *R101

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *