--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Manusia Palsu dan Drama Kehidupan

Lokapalanews.id | Saya kadang bingung. Bukan karena berita-berita di koran, tapi karena kehidupan itu sendiri. Makin ke sini, rasanya makin banyak manusia yang ‘palsu’. Bukan palsu dalam artian fisik, tapi palsu dalam artian hati, ucapan, dan perbuatan.

Mereka pandai sekali bersandiwara. Senyumnya manis sekali, bicaranya lembut, janjinya setinggi langit. Tapi begitu kita berbalik, kita tahu itu semua hanya topeng. Topeng yang dirancang untuk satu tujuan: mendapat keuntungan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Hidup mereka penuh drama. Setiap masalah kecil bisa dibesarkan, setiap cerita bisa diolah sedemikian rupa agar mereka tampak sebagai korban. Kita pun terperdaya, merasa iba, dan akhirnya tanpa sadar ikut dalam lingkaran sandiwara mereka.

Ini bukan sekadar masalah moral, tapi juga masalah etika dan sosial. Kebijakan yang mereka buat seringkali merugikan orang lain. Aturan main yang mereka ciptakan selalu menguntungkan diri sendiri.

Mereka seperti memutar film yang hanya mereka sutradarai.

Dulu, saya pikir hanya barang saja yang bisa palsu. Ada beras palsu, ijazah palsu, bahkan minyak palsu. Tapi ternyata, manusia pun bisa. Dan “manusia palsu” ini jauh lebih berbahaya. Mereka bisa menghancurkan kepercayaan, merusak reputasi, dan mengambil kebahagiaan orang lain tanpa merasa bersalah.

Tapi ya sudahlah. Hidup memang harus terus berjalan. Kita tak bisa mengubah semua orang. Yang bisa kita lakukan hanya satu: menjaga diri sendiri agar tidak ikut-ikutan. Jangan sampai kita ikut-ikutan jadi pemain drama, apalagi jadi korbannya.

Mungkin memang ada saatnya kita harus jadi penonton saja. Menonton drama mereka, tapi tanpa ikut naik ke panggung. Sesekali tepuk tangan, sesekali tertawa kecil, tapi dengan satu keyakinan: kita tidak akan membiarkan diri kita menjadi salah satu aktor dalam cerita palsu mereka. *yas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *