Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmen kementeriannya dalam memperkuat tata kelola, memperluas akses pendidikan tinggi, serta meningkatkan kapasitas ekosistem penelitian nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, yang berlangsung pada Rabu hingga Kamis (15-16/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Brian memaparkan sejumlah capaian program prioritas, termasuk realisasi anggaran beasiswa yang mencapai 99,99 persen. Selain itu, program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) mencatat jumlah penerima yang melampaui target, dengan optimalisasi bantuan bagi siswa dari daerah afirmasi dan wilayah terdampak bencana. Terkait pengembangan pendidikan, 12 sekolah transformasi dalam program SMA Unggul Garuda telah mencapai target pelaksanaan 100 persen, sementara empat sekolah baru ditargetkan rampung pertengahan 2026.
Dari aspek akuntabilitas keuangan, Kemdiktisaintek kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Sebanyak 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) juga berhasil meraih opini serupa. Menteri Brian menyatakan bahwa rekomendasi dari BPK RI akan menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat pengendalian internal dan sistem data yang terintegrasi.
Realisasi belanja Kemdiktisaintek pada Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai Rp55,49 triliun atau 94,81 persen dari total pagu anggaran. Pendapatan kementerian pun melampaui target, yaitu mencapai Rp11,48 triliun atau 109,39 persen dari target awal. Kinerja perencanaan dan pelaksanaan anggaran kementerian juga mendapatkan predikat sangat baik dengan nilai 93,46.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menyampaikan bahwa Komisi X menerima penjelasan mengenai realisasi APBN TA 2025 tersebut. DPR memberikan sejumlah catatan strategis, di antaranya mengenai percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK RI, perbaikan tata kelola data, inventarisasi aset pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.
Brian menekankan bahwa seluruh capaian ini menjadi modal untuk memastikan program kementerian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan tata kelola yang akuntabel, Kemdiktisaintek berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul serta akselerasi inovasi guna mencapai target Indonesia Emas 2045. *R104







