--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Kemkomdigi Petakan Empat Langkah Strategis Atasi Kesenjangan Kapabilitas AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat menyampaikan paparan dalam forum diskusi Closing the AI Capability Gap in Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital memetakan empat langkah strategis untuk menutup kesenjangan kapabilitas kecerdasan artifisial di Indonesia guna memastikan pemanfaatan teknologi tersebut berdampak nyata bagi sektor krusial. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan hal tersebut dalam forum diskusi Closing the AI Capability Gap in Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Nezar menyatakan bahwa meskipun Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di dunia, tantangan saat ini beralih pada kualitas pemanfaatannya. Indonesia tercatat masuk dalam lima besar dunia dalam penggunaan ChatGPT untuk kebutuhan coding, analitik data, dan pendidikan, dengan hampir separuh angkatan kerja telah memanfaatkan AI setiap minggu.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Menurutnya, kesenjangan kapabilitas terlihat dari masih lebarnya jarak antara pengguna mahir dengan pengguna rata-rata serta belum meratanya pemanfaatan AI di sektor usaha. Sebagian besar pelaku usaha disebut masih menggunakan AI untuk kebutuhan operasional dasar, sementara jutaan UMKM belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam ekosistem digital.

Pemerintah saat ini tengah memperkuat fondasi pengembangan melalui Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (STRANAS KA), Peta Jalan AI Nasional, serta Etika AI Nasional yang sedang diproses menjadi Peraturan Presiden. Langkah strategis pertama difokuskan pada sektor pendidikan dengan mendorong adopsi kelembagaan yang terstruktur dan aman.

Langkah kedua menyasar sektor kesehatan, di mana AI digunakan untuk penapisan tuberkulosis dan membantu tenaga kesehatan di daerah terpencil melakukan diagnosis lebih cepat. Langkah ketiga menyasar sektor jasa keuangan dengan memperluas instrumen teknologi, seperti deteksi penipuan, hingga ke lembaga keuangan mikro.

Langkah keempat menyasar sektor publik untuk meningkatkan produktivitas aparatur sipil negara dan efisiensi birokrasi. Nezar menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai mitra pelengkap manusia, sehingga penguatan literasi AI harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan bernalar masyarakat. *R105

👁️ 5.247 pembaca