Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengukuhkan pengurus Forum Rektor Indonesia periode 2025–2026 di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Brian meminta Forum Rektor Indonesia menjadi wadah kolaborasi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekosistem pendidikan tinggi nasional. Ia menekankan peran strategis kampus dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui terobosan serta karya nyata bagi masyarakat.
Pemerintah terus mendorong penguatan tata kelola pendidikan tinggi dan percepatan hilirisasi hasil penelitian. Brian menyatakan perguruan tinggi perlu memperkuat kolaborasi lintas institusi, pemerintah, dan dunia usaha agar inovasi tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah.
Inovasi tersebut diharapkan berkembang menjadi teknologi dan produk yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Selain itu, Mendiktisaintek mendorong penguatan internasionalisasi dan pengembangan riset kolaboratif untuk meningkatkan daya saing global.
Ketua Forum Rektor Indonesia Garuda Wiko menyatakan pihaknya akan menjadi wadah pemikiran strategis bagi pembangunan nasional. Pada periode ini, Forum Rektor Indonesia memfokuskan program kolaboratif pada bidang pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, digitalisasi, material maju, maritim, dan pertahanan.
Program tersebut dijalankan melalui tiga komisi dan sejumlah kelompok kerja tematik. Garuda berharap forum ini berfungsi sebagai pendukung kebijakan sistem, platform dialog, serta wadah peningkatan standar akademik di seluruh perguruan tinggi.
Pengukuhan tersebut disertai kegiatan Dialog Nasional bertajuk Relevansi Pendidikan Tinggi sebagai Pusat Unggulan Inovasi: Memperkuat Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah. Acara ini menjadi sarana bagi pimpinan perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan dan pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan.
Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat kolaborasi agar penelitian dan sumber daya manusia yang dihasilkan memberikan manfaat nyata. Langkah ini bertujuan mendukung percepatan pembangunan menuju target Indonesia Emas 2045. *R104







