--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

BBHAR PDI Perjuangan Gelar Lomba Esai Indonesia Menggugat

Dr. I Wayan Sudirta, S.H., M.H.

Lokapalanews.id | Jakarta – Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat PDI Perjuangan menyelenggarakan Lomba Esai Nasional bertema Relevansi Indonesia Menggugat bagi mahasiswa serta lulusan fakultas hukum di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menganalisis relevansi pidato sejarah tersebut terhadap tantangan hukum, demokrasi, serta keadilan sosial saat ini. Peserta diajak memberikan gagasan kritis melalui karya tulis sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap dinamika kebangsaan kontemporer.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Kepala BBHAR Pusat PDI Perjuangan, Dr. I Wayan Sudirta, S.H, M.H., menyatakan lomba ini untuk melahirkan generasi baru pejuang hukum yang berintegritas dan memiliki keberanian moral. Panitia menyediakan hadiah utama berupa tiga Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat serta kesempatan mengikuti pelantikan advokat.

Pendaftaran dibuka untuk individu berusia maksimal 30 tahun dengan ketentuan naskah harus asli, bukan buatan AI, serta belum pernah dipublikasikan. Naskah sepanjang 1.500 hingga 2.000 kata dikirimkan dalam format PDF ke alamat email dppbbharpdiperjuangan@gmail.com paling lambat 30 Juni 2026 pukul 22.00 WIB.

Dewan juri akan menilai karya berdasarkan kesesuaian tema, orisinalitas, kekuatan argumen, sistematika penulisan, serta ketaatan pada kaidah bahasa. Informasi lebih lanjut tersedia melalui akun media sosial Instagram @bbharpusatpdiperjuangan, YouTube @BBHARPusatPDIPerjuangan, dan TikTok @dppbbharpdiperjuangan.

Calon peserta dapat menghubungi narahubung Faldy pada nomor 0813-1195-1991 untuk menanyakan teknis perlombaan atau detail pendaftaran. Keputusan dewan juri terkait pemenang esai nasional ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM: Laporan PNBP, Lifting, dan Swasembada Energi