--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Kampung Internet Komdigi Hadirkan 1.282 Titik Akses Merata

Staf Khusus Menkomdigi Alfreno Kautsar Ramadhan meninjau titik akses fiber optik di desa digital guna memastikan kualitas jaringan internet bagi masyarakat lokal.

Lokapalanews.id | Lombok Timur – Kementerian Komunikasi dan Digital resmi menjadikan program Kampung Internet sebagai kompas utama transformasi digital nasional dengan mencatatkan pembangunan 1.282 titik akses yang tersebar di 22 desa pada enam provinsi di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan visi digital Indonesia hingga 2029. Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, dilansir InfoPublik.id mengungkapkan bahwa program ini telah menjangkau 10 kabupaten dan 15 kecamatan, termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memberikan konektivitas yang stabil dan tepat sasaran bagi masyarakat pedesaan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Dalam kunjungan jurnalistik ke Kampung Internet Jeruk Manis dan Setanggor, Alfreno menegaskan bahwa arah kebijakan digital nasional kini bertumpu pada tiga pilar utama: terhubung, tumbuh, dan terjaga. Ketiga pilar ini berfungsi sebagai panduan untuk memastikan pemerataan akses, memacu inovasi ekonomi, serta menjamin keamanan ruang digital bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Fokus utama program Kampung Internet bukan sekadar memperluas jangkauan sinyal, melainkan mengoptimalkan kualitas jaringan melalui penarikan kabel fiber optik. Prioritas utama diberikan kepada pelaku UMKM, rumah tangga, dan fasilitas umum di desa-desa. Meskipun penetrasi seluler nasional sudah melampaui angka 80 persen, penggunaan fiber optik dianggap krusial untuk menyediakan koneksi yang lebih stabil demi mendukung aktivitas ekonomi digital yang lebih serius.

Dampak nyata dari kehadiran infrastruktur ini mulai dirasakan oleh masyarakat di tingkat tapak. Di Desa Setanggor, Lombok Tengah, transformasi ekonomi desa bergerak dinamis sejak masuknya internet stabil. Kepala Desa Setanggor, Kamarudin, mengakui bahwa dalam delapan bulan terakhir, desa tersebut mulai rutin menggelar bazar kuliner yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari luar daerah berkat promosi digital yang gencar.

Baca juga:  TNI Terjunkan 5,4 Ton Sembako ke Wilayah Terisolasi Gayo Lues

Sektor UMKM menjadi pihak yang paling diuntungkan. Isnawati, seorang pelaku usaha lokal, mengaku omzet hariannya naik drastis setelah memanfaatkan promosi daring dan sistem pembayaran digital QRIS. Baginya, koneksi internet yang ekonomis dan lancar menjadi modal utama dalam menjangkau pasar yang lebih luas dan mempermudah transaksi keuangan dengan pelanggan.

Manfaat serupa merambah ke dunia pendidikan. Di SMPN 4 Praya Barat, akses internet yang mumpuni telah mempermudah pelaksanaan ujian berbasis digital. Tenaga pendidik kini lebih leluasa memberikan referensi materi dari berbagai sumber global kepada siswa, yang sebelumnya sulit dilakukan akibat kendala keterbatasan kuota atau sinyal seluler yang tidak stabil.

Tak hanya membangun fisik jaringan, Komdigi juga memperkuat aspek pemberdayaan melalui pilar tumbuh. Lewat inisiatif Telcohub, pemerintah memberikan pelatihan teknis perakitan fiber optik kepada siswa SMK. Langkah ini bertujuan menciptakan kemandirian lokal, di mana para lulusan pelatihan tersebut langsung diserap oleh penyedia layanan internet (ISP) sebagai tenaga teknisi di wilayah mereka masing-masing.

Langkah masif ini selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pemerintah mematok target ambisius yakni penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50 persen dan jaringan fiber optik menjangkau 90 persen kecamatan di seluruh Indonesia. Dengan kecepatan layanan yang ditargetkan menyentuh 100 Mbps pada 2029, Indonesia optimistis mampu menghapus kesenjangan digital antara kota dan desa. *R107

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."