--- / --- 00:00 WITA

Indonesia Gaungkan Pariwisata Berkelanjutan di MITE 2026 Makau

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini saat hadir di Paviliun Wonderful Indonesia dalam ajang MITE 2026 di Makau.

Lokapalanews.id | Makau – Kementerian Pariwisata memperkuat penetrasi pasar Asia Timur dengan menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia dalam ajang Macao International Travel (Industry) Expo (MITE) 2026 sebagai upaya strategis menggaungkan transformasi pariwisata berkelanjutan dan regeneratif di kancah global.

Kehadiran Indonesia di The Venetian Macao tersebut menjadi panggung utama untuk mempromosikan wajah baru pariwisata yang lebih berkualitas. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar pameran keindahan alam, melainkan pernyataan komitmen Indonesia terhadap kelestarian lingkungan dan budaya di destinasi-destinasi unggulan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Selama pameran yang berlangsung pada 10-12 April 2026 tersebut, paviliun Indonesia menjadi pusat pertemuan bisnis yang produktif. Melalui sistem Pre-scheduled Appointment (PSA), delegasi Indonesia berhasil mencatat sedikitnya 109 permintaan penjajakan dari pembeli potensial (potential buyers) internasional yang tertarik pada paket wisata minat khusus.

Sinergi kuat terlihat dengan keterlibatan KJRI Hong Kong dan maskapai nasional Garuda Indonesia untuk wilayah Greater China. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan aksesibilitas wisatawan dari Makau dan sekitarnya semakin mudah melalui penguatan konektivitas udara, yang selama ini menjadi faktor kunci dalam mengakselerasi kunjungan mancanegara.

Sejumlah destinasi prioritas seperti Jakarta, Bali, Bintan, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Labuan Bajo menjadi jualan utama. Namun, kali ini penekanan diberikan pada pengalaman yang lebih mendalam melalui cultural immersion berbasis wastra, wisata kesehatan (wellness), gastronomi, dan wisata bahari yang dikelola secara bertanggung jawab.

Tren kunjungan wisatawan asal Makau sendiri menunjukkan grafik yang menggembirakan. Berdasarkan data resmi, terdapat pertumbuhan sebesar 54,48 persen dari 1.573 kunjungan pada 2024 menjadi 2.430 kunjungan pada 2025. Pertumbuhan signifikan ini menjadi landasan optimisme pemerintah untuk terus menggarap pasar Makau secara intensif.

Baca juga:  Luncurkan Wonderful Indonesia Wellness, Kemenparekraf Bidik Rp9 Miliar

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, menambahkan bahwa peningkatan aksesibilitas akan menjadi motor penggerak utama. Dengan frekuensi penerbangan yang terus ditambah, terutama melalui hub Hong Kong, diharapkan minat wisatawan terhadap produk wisata spesifik Indonesia akan semakin terkonversi menjadi angka kunjungan yang riil.

Selain memfasilitasi transaksi Business-to-Business (B2B), paviliun ini juga melayani aktivitas Business-to-Consumer (B2C) guna mendorong penjualan paket wisata langsung kepada pengunjung pameran. Layanan informasi komprehensif disediakan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kesiapan infrastruktur dan protokol keberlanjutan di setiap destinasi.

Melalui kampanye #GoBeyondOrdinary, Indonesia mengajak masyarakat dunia untuk melihat sisi lain nusantara yang menawarkan pemulihan jiwa dan kontribusi positif bagi lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pasar pariwisata berkualitas di kawasan Asia Tenggara bagi pasar Asia Timur yang kian kompetitif. *R106

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."