--- / --- 00:00 WITA

Kemdiktisaintek Perkuat CDC Kampus demi Karier Global Lulusan

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, saat memberikan arahan mengenai penguatan Career Development Center (CDC) dalam forum diskusi di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memperkuat peran Career Development Center (CDC) di seluruh perguruan tinggi sebagai langkah strategis untuk memperluas akses lulusan sarjana ke pasar kerja internasional yang kini tengah mengalami krisis tenaga kerja terampil.

Transformasi ini bertujuan menggeser paradigma penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri agar tidak lagi didominasi sektor informal, melainkan tenaga kerja ahli (high-skilled workers). Meski remitansi pekerja migran Indonesia telah menyentuh angka Rp280 triliun, kontribusi dari lulusan perguruan tinggi pada sektor kesehatan, manufaktur, dan teknologi masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga seperti Filipina dan India.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Pemerintah melihat adanya celah besar berupa fenomena talent shortage di berbagai negara maju yang harus segera diisi oleh talenta lokal. Guna menangkap peluang tersebut, Kemdiktisaintek menggelar forum sosialisasi penguatan CDC untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap standar kompetensi lintas negara.

“Hari ini kita sedang merancang sebuah formula yang efektif untuk memasifkan kerja ke luar negeri, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi. Pertemuan ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya dan pola pikir baru terkait bekerja di luar negeri,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam pembukaan forum di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Fauzan menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi sentra utama dalam menyiapkan talenta yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan budaya kerja internasional. Penguatan 170 CDC yang saat ini berbasis di berbagai kampus di Indonesia menjadi kunci utama sebagai jembatan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri global.

Baca juga:  DPR Ingatkan Sekolah Rakyat: Jangan Lupa Kearifan Lokal!

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Khairul Munadi menjelaskan bahwa CDC akan didorong untuk memberikan pelatihan tambahan berupa kemampuan bahasa asing dan penguatan sertifikasi profesi internasional. Langkah ini diambil agar lulusan Indonesia memiliki daya saing yang setara saat berkompetisi di bursa kerja global.

“Di tingkat global terdapat kekurangan tenaga kerja terampil. Perguruan tinggi merupakan sentra utama untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional,” kata Khairul.

Dalam upaya sinkronisasi data dan peluang, Kemdiktisaintek juga mempererat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Sinergi ini mencakup pemanfaatan migrant center yang tengah dikembangkan untuk memetakan kebutuhan spesifik di setiap negara tujuan sesuai dengan karakteristik keunggulan tiap kampus.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (Dirjen P3KLN) KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, menyebutkan bahwa karakteristik lulusan yang beragam dari tiap perguruan tinggi di Indonesia merupakan modal kuat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan integrasi data yang lebih akurat antara jumlah pasokan tenaga kerja terampil dengan permintaan pasar internasional.

Melalui langkah masif ini, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan bekerja di luar negeri sebagai pilihan karier yang prestisius dan terencana bagi generasi muda. Penguatan CDC bukan sekadar pusat informasi lowongan kerja, melainkan inkubator talenta global yang diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia di panggung ekonomi dunia. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."