--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Konflik Timur Tengah Paksa 15 Penerbangan di Bali Batal

Suasana terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang masih beroperasi normal di tengah pembatalan sejumlah rute akibat penutupan ruang udara Timur Tengah, Senin (2/3/2026).

Lokapalanews.id | Mangupura – Penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, tercatat sebanyak 15 jadwal penerbangan lintas negara terpaksa dibatalkan. Pembatalan tersebut mencakup rute-rute strategis menuju pusat transit global seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha yang dilayani oleh maskapai besar.

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengonfirmasi bahwa penyesuaian jadwal ini terdiri dari 8 rute keberangkatan dan 7 rute kedatangan. Sejumlah maskapai papan atas seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways tidak dapat mengoperasikan armadanya sesuai jadwal akibat eskalasi situasi keamanan di jalur udara yang mereka lintasi.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal meskipun terdapat sejumlah pembatalan rute internasional,” ujar Gede Eka Sandi Asmadi dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Data manifes maskapai menunjukkan dampak pembatalan ini menyentuh sedikitnya 3.197 calon penumpang keberangkatan. Manajemen bandara bersama pihak maskapai telah melakukan langkah mitigasi sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan penerbangan, baik berupa penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian dana (refund). Untuk membantu mobilitas penumpang yang tertahan, otoritas bandara juga telah menyediakan layanan help desk khusus di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional.

Berikut adalah rincian penerbangan keberangkatan yang terdampak:

  • Emirates (EK369/EK399): Lima jadwal menuju Dubai pada periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026 dibatalkan.

  • Etihad Airways (EY477): Dua keberangkatan menuju Abu Dhabi pada 28 Februari dan 1 Maret 2026 batal terbang.

  • Qatar Airways (QR963/QR961): Dua jadwal menuju Doha pada 28 Februari dan 1 Maret 2026 juga mengalami pembatalan.

Sementara itu, untuk arus kedatangan, terdapat tujuh penerbangan dari Dubai, Abu Dhabi, dan Doha yang gagal mendarat di Bali pada periode 1 hingga 2 Maret 2026. Situasi ini memaksa pengelola bandara melakukan pengaturan ulang parking stand atau tempat parkir pesawat. Saat ini, alokasi parkir telah disiapkan untuk lima pesawat udara dari tiga maskapai yang terdampak guna memastikan kelancaran arus lalu lintas udara lainnya.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika ruang udara di Timur Tengah. Koordinasi intensif dilakukan bersama AirNav Indonesia untuk memantau keamanan jalur udara, serta dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang atau potensi gangguan keamanan di lingkungan bandara. Pihak bandara menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan penerbangan di atas segalanya.

Guna menghindari penumpukan di terminal, otoritas bandara mengimbau calon penumpang untuk proaktif melakukan pengecekan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Selain layanan help desk di lokasi, masyarakat juga dapat mengakses informasi terkini melalui contact center 172. Hingga berita ini diturunkan, pengelola bandara masih menunggu pembaharuan terkait pembukaan kembali ruang udara di kawasan terdampak. *R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Pemerintah Evakuasi 32 WNI dari Iran