Lokapalanews.id | Jember – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan akselerasi literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian, dengan menyasar generasi muda sebagai pilar ketahanan ekonomi nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kuliah umum bertajuk “Insights for the Future” yang dihadiri lebih dari 300 mahasiswa dan civitas academica di Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur, Kamis (12/2).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan bahwa pemahaman mengenai mitigasi risiko sejak dini merupakan kunci pengelolaan keuangan yang sehat. Menurutnya, asuransi bukan sekadar produk finansial, melainkan instrumen proteksi yang memungkinkan masyarakat mengalihkan potensi kerugian finansial kepada perusahaan asuransi.
“Risiko adalah bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah kesiapan dalam mengelolanya. Asuransi hadir sebagai instrumen perlindungan agar masyarakat tidak menghadapi risiko sendirian ketika hal yang tidak diharapkan terjadi,” ujar Ogi dalam keterangan resminya.
Urgensi edukasi ini didorong oleh data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025. Hasil survei menunjukkan indeks literasi asuransi berada di angka 45,45 persen, sementara indeks inklusi asuransi baru mencapai 28,50 persen. Kesenjangan yang cukup lebar ini menjadi dasar bagi OJK untuk gencar melakukan edukasi berkelanjutan guna mempersempit jarak antara pemahaman dan penggunaan produk asuransi.
Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, menyambut baik inisiatif ini di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko sangat vital bagi mahasiswa agar mereka memiliki fondasi yang kuat dalam membangun ketahanan ekonomi pribadi maupun bangsa di masa depan.
Dalam rangkaian acara tersebut, OJK juga memfasilitasi sinergi konkret antara dunia pendidikan dan industri. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Jember dengan Asuransi Central Asia (ACA) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Kolaborasi ini mencakup bidang penelitian, pengembangan sumber daya manusia, hingga program beasiswa.
Salah satu poin menarik dalam kerja sama dengan AAJI adalah peluncuran Beasiswa Harry Dyah. Beasiswa ini diberikan khusus bagi mahasiswa UNEJ yang menyusun skripsi dengan tema asuransi jiwa. Langkah ini diharapkan mampu merangsang kajian akademik yang relevan dengan dinamika industri dan menjadi jembatan antara teori di kampus dengan praktik di lapangan.
Sementara itu, kerja sama dengan ACA difokuskan pada pengembangan model bisnis asuransi yang lebih inklusif serta kegiatan akademik terapan seperti kuliah praktisi. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal asuransi secara teoretis, tetapi juga memahami inovasi produk dan penguatan keuangan syariah yang tengah berkembang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi OJK, termasuk Kepala OJK Jember Mohammad Mufid dan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan PPDP OJK Retno Woelandari, serta para ketua asosiasi asuransi nasional. OJK berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi keuangan di berbagai daerah demi menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih resilien terhadap risiko finansial. *R102
Elemen SEO & Metadata
Keyword: a Tags: ojk, asuransi, universitas jember Keterangan Foto:






