Lokapalanews.id | Jakarta – Indonesia dan Italia sepakat untuk mengakselerasi kolaborasi ekonomi dalam pertemuan tingkat tinggi di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Wakil Menteri Luar Negeri Italia, Maria Tripodi, membahas perluasan investasi pada sektor teknologi tinggi serta komitmen penyelesaian perundingan Indonesia-European Union CEPA.
Dalam dialog tersebut, kedua negara menyoroti performa positif perdagangan bilateral yang terus tumbuh. Berdasarkan data tahun 2024, total nilai perdagangan tercatat sebesar USD3,9 miliar. Tren positif ini berlanjut pada periode Januari hingga September 2025 dengan capaian menembus USD3,289 miliar. Pertumbuhan ini menjadi fondasi kuat bagi kedua negara untuk meningkatkan status kemitraan pada sektor-sektor strategis.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan bilateral kedua negara, serta besarnya potensi kerja sama pada sektor prioritas seperti industri, energi, pertahanan, teknologi, dan ketahanan maritim,” ujar Airlangga Hartarto saat menyambut delegasi Italia.
Peran Kunci Italia dalam Akselerasi Indonesia-European Union CEPA
Isu krusial yang menjadi fokus utama pertemuan ini adalah penyelesaian kesepakatan Indonesia-European Union CEPA (IEU CEPA). Italia secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap perjanjian ini yang diyakini akan membuka kanal perdagangan baru yang sangat menjanjikan. Airlangga menekankan pentingnya lobi politik Italia di tingkat Uni Eropa agar proses internal negara-negara anggota dapat berjalan tepat waktu demi kemudahan dunia usaha.
Wamenlu Maria Tripodi menegaskan bahwa stabilitas politik dan posisi geografis menjadikan Indonesia sebagai mitra ekonomi paling penting bagi Italia di kawasan Asia Tenggara. “Penyusunan perjanjian kemitraan Indonesia-European Union CEPA akan membuka jalan baru yang sangat menjanjikan bagi Italia dan Indonesia,” kata Maria Tripodi.
Guna mengantisipasi fragmentasi rantai pasok global, pihak Italia menawarkan solusi logistik melalui Pelabuhan Trieste dan Genoa. Infrastruktur ini diproyeksikan dapat menjadi pintu masuk utama bagi komoditas ekspor Indonesia untuk memperbesar kuota perdagangan di pasar Uni Eropa secara lebih efisien.
Ekspansi Teknologi Aerospasial dan Hilirisasi Mineral
Selain isu perdagangan makro, pertemuan tersebut membahas tawaran teknologi spesifik dari perusahaan asal Italia, e-GEOS. Perusahaan aerospasial ini memiliki keahlian dalam pengawasan wilayah perairan yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memberantas praktik perikanan ilegal secara digital. Teknologi ini dianggap relevan dengan visi Indonesia dalam memperkuat keamanan maritim dan kedaulatan sumber daya laut.
Di sektor industri manufaktur, Menko Airlangga menjabarkan peluang hilirisasi mineral, khususnya pada pengolahan stainless steel dan tembaga untuk produksi kabel bernilai tambah tinggi. Diskusi juga meluas pada aspirasi pengembangan mobil nasional dan industri fesyen, mengingat keunggulan komparatif Italia di kedua bidang tersebut.
Pemerintah Italia menyatakan kesiapannya mendukung proposal kerja sama industri tersebut, baik melalui mekanisme bilateral langsung maupun skema kemitraan formal di bawah payung Uni Eropa. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator bagi realisasi investasi yang lebih konkret bagi kedua negara yang telah menjalin hubungan diplomatik selama 77 tahun tersebut. *R102






