Lokapalanews.id | Jakarta – Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang saban tahun memantik kritik pedas dari parlemen. Pemerintah dinilai sibuk melontarkan apologi ketimbang memadamkan api dan melakukan pencegahan konkret di lapangan.
Sorotan tajam itu dilayangkan Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. Politisi Fraksi PKS ini menilai keberhasilan negara tidak boleh cuma diukur dari seberapa sibuk petugas memadamkan api, melainkan sejauh mana negara sanggup mencegah bencana meluas.
“Setiap tahun kita mengalami kejadian seperti ini, tanpa ada evaluasi, tanpa ada tindakan pencegahan,” cecar Johan melalui keterangan video resmi Fraksi PKS, Minggu (18/10/2026).
Pemerintah tak boleh berlindung di balik cuaca.
Alasan klasik seperti kemarau panjang, cuaca ekstrem, fenomena El Niño, hingga medan yang sulit tak bisa lagi dijadikan tameng kegagalan. Johan menegaskan bahwa persoalan mendasar ada pada tingkat kesiapan dan komitmen pemerintah.
Politisi PKS itu bahkan menyentil keras Menteri Kehutanan yang dinilai gagal mengemban amanat konstitusi dan instruksi kepala negara.
“Saudara sering nyampaikan kepada kami bahwa saya ditugaskan oleh Presiden untuk menjaga hutan, baik kelestariannya maupun potensinya. Kalau pada hari ini Saudara belum berhasil melakukan itu, saran saya, segera menghadap Pak Presiden, minta maaf bahwa Anda belum bisa melaksanakan tugas itu,” tegasnya.
Di atas kertas, anggaran penanganan karhutla terus dikucurkan. Namun, realita di lapangan justru memperlihatkan asap pekat yang mengancam kesehatan warga, terutama anak-anak yang rentan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Johan tetap mengapresiasi kerja keras personel pengamanan dan pasukan Manggala Agni di garda terdepan. Meski demikian, ia meminta kementerian tak terlalu banyak mengobral penjelasan birokratis saat warga kehabisan napas dihirup asap.
Penguatan koordinasi antarlembaga dan evaluasi total tata kelola kehutanan harus segera dieksekusi. Masyarakat berhak mendapatkan udara bersih dan lingkungan hidup yang sehat, bukan paparan asap berulang setiap tahun. *R101






