Lokapalanews.id | Makassar – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mengajak lulusan perguruan tinggi membangun pola pikir progresif dan meningkatkan kapasitas diri demi menghadapi tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Seruan tersebut disampaikan saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-88 Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Fauzan menjelaskan perguruan tinggi bertugas membentuk karakter, ketahanan mental, serta keberanian belajar sepanjang hayat, bukan sekadar menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan. Menurutnya, kompetensi keilmuan telah diberikan di kampus, namun pola pikir para lulusan yang akan menentukan keberhasilan dalam bertransformasi di masyarakat setelah masa akademis usai. Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, turut mendorong transformasi tersebut melalui semangat Diktisaintek Berdampak untuk menjadikan kampus sebagai motor inovasi dan solusi nyata. Tantangan dunia kerja saat ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik tahun 2025 yang menunjukkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi baru mencapai 32,89 persen, meskipun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi mencatat ada 1,26 juta sarjana lahir setiap tahunnya. Selain itu, data BPS per Februari 2026 menunjukkan angka kemiskinan nasional berada di angka 4,68 persen, sementara Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 4,95 persen.
Merespons kondisi tersebut, Unismuh Makassar menyatakan komitmennya melalui penguatan mutu pendidikan dan pengembangan karakter dengan mengelola puluhan program studi berakreditasi unggul. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kemudian mengajak seluruh perguruan tinggi memperkuat mutu pembelajaran, pengembangan karakter, serta penguatan kompetensi masa depan agar lulusan siap memberikan kontribusi nyata. *R104






