Lokapalanews.id | Jakarta – Pertemuan ke-13 Menteri Pariwisata ASEAN–India (13th M-ATM Plus India) secara resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis untuk mendukung ketahanan ekonomi regional melalui sektor pariwisata. Forum internasional yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada Jumat (30/1/2026) ini menekankan pentingnya konektivitas dan keberlanjutan sebagai pilar utama kerja sama kedua wilayah.
Menteri Pariwisata Filipina, Christina Garcia Frasco, bersama Menteri Pariwisata India, Gajendra Singh Shekhawat, memimpin jalannya pertemuan yang mencatat pertumbuhan positif perjalanan dua arah. Data menunjukkan bahwa India tetap menjadi salah satu pasar pengunjung paling dinamis bagi ASEAN. Sepanjang tahun 2024, India menerima 867.210 pengunjung dari ASEAN. Sementara itu, kunjungan wisatawan India ke ASEAN mencapai 5,9 juta orang pada tahun 2024, dengan angka sementara hingga Kuartal III 2025 tercatat sebesar 4,7 juta kunjungan.
Para delegasi meninjau kemajuan Rencana Kerja Pariwisata ASEAN–India 2023–2027 yang mencakup pertukaran pengetahuan, kerja sama pemasaran, hingga jaringan komunikasi krisis. Kesuksesan Tahun Pariwisata ASEAN–India 2025 juga menjadi sorotan, terutama melalui implementasi Program Pertukaran Profesional Pariwisata yang telah dilaksanakan di Malaysia, Thailand, dan Vietnam, serta akan berlanjut ke Guwahati dan Bengaluru.
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah pengesahan Pernyataan Bersama Pemimpin ASEAN–India tentang Pariwisata Berkelanjutan. Kerangka kerja ini mendorong promosi praktik ramah lingkungan, manajemen pengunjung berbasis data, serta investasi pada infrastruktur pariwisata rendah karbon. Pengembangan kapasitas bagi perempuan, pemuda, dan pelaku UKM turut menjadi prioritas guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Selain itu, kedua belah pihak menegaskan pengembangan wisata kapal pesiar sebagai prioritas baru. Melalui tindak lanjut Dialog Wisata Kapal Pesiar ASEAN–India 2025, para menteri mendorong mobilisasi sumber daya, termasuk potensi dukungan dari Dana ASEAN–India (ASEAN–India Fund) untuk menjajaki rute pelayaran yang layak.
Peningkatan konektivitas udara, maritim, dan darat dinilai sebagai kunci utama untuk memfasilitasi rencana perjalanan multi-destinasi. Ke depan, kerja sama ini akan diselaraskan dengan Rencana Sektoral Pariwisata ASEAN (ATSP) 2026–2030 yang baru diluncurkan. Rencana tersebut akan menitikberatkan pada transformasi digital dan penguatan kompetensi tenaga kerja pariwisata guna menghadapi tren global yang terus berkembang. Pertemuan selanjutnya direncanakan berlangsung di Singapura pada tahun 2027. *R102






