--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

IMF Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid 5,1 Persen pada 2026

IMF memberikan penilaian positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap tumbuh kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Lokapalanews.id | Jakarta – Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan penilaian positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap tumbuh kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dalam laporan Article IV Consultation 2025 yang dirilis pada Selasa (21/1/2026), IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil sebesar 5,0 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada tahun 2026.

Capaian ini didorong oleh kerangka kebijakan fiskal dan moneter yang solid, inflasi yang terjaga dalam kisaran sasaran, serta sektor keuangan yang berdaya tahan. IMF mengapresiasi langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui reformasi struktural yang terarah dan sinergi kebijakan yang konsisten.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Komitmen otoritas terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi Indonesia,” tulis IMF dalam laporan resminya.

Dewan Direktur IMF menyoroti sejumlah keberhasilan krusial yang diimplementasikan oleh otoritas Indonesia. Pertama, keberhasilan dalam mengendalikan inflasi dan langkah pelonggaran kebijakan moneter yang dinilai tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kedua, kemajuan signifikan dalam pendalaman pasar keuangan yang memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Ketiga, ketahanan sektor keuangan yang terjaga baik melalui penguatan kerangka regulasi dan pengawasan. Keempat, apresiasi terhadap disiplin fiskal yang kredibel. Kelima, agenda reformasi struktural jangka panjang yang dinilai konsisten dengan visi Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.

Meski memberikan proyeksi positif, IMF mengingatkan adanya sejumlah risiko eksternal yang patut diwaspadai. Guncangan akibat ketegangan perdagangan global, dinamika ketidakpastian ekonomi dunia, serta volatilitas pasar keuangan global menjadi tantangan utama bagi stabilitas domestik.

Sebagai langkah mitigasi, IMF merekomendasikan penerapan kebijakan nilai tukar dan moneter berbasis data (data-driven). Lembaga internasional ini juga menyarankan normalisasi kebijakan makroprudensial secara bertahap seiring pulihnya penyaluran kredit perbankan. Selain itu, percepatan reformasi pada aspek tata kelola dan integrasi perdagangan dipandang krusial untuk memperbaiki iklim investasi demi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Baca juga:  Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen tersebut dan menyatakan bahwa pandangan IMF sejalan dengan proyeksi internal otoritas nasional. Penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga di tengah akselerasi reformasi struktural strategis.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa koordinasi lintas otoritas akan terus dipererat. Fokus utama tetap pada menjaga momentum pertumbuhan yang inklusif serta mempercepat transformasi ekonomi guna mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."