--- / --- 00:00 WITA

Kemenperin Poles IKM Alas Kaki Biar tak Keok

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya memulihkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki guna menghadapi tekanan ekonomi global dan perubahan tren pasar.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya memulihkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki guna menghadapi tekanan ekonomi global dan perubahan tren pasar.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya memulihkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki guna menghadapi tekanan ekonomi global dan perubahan tren pasar. Fokus utama penguatan ini menyasar pada sentra-sentra produksi yang dinilai masih memiliki hambatan struktural dalam pengembangan usaha.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, sektor IKM saat ini masih bergelut dengan keterbatasan akses modal, minimnya literasi manajemen keuangan, serta rendahnya inovasi produk. Kondisi tersebut diperparah dengan derasnya arus produk impor dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang sangat dinamis.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Sentra IKM juga dihadapkan pada perubahan tren pasar yang cepat dan meningkatnya persaingan dengan produk impor,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Potensi Besar di Tengah Isu Regenerasi

Salah satu sentra yang menjadi sorotan adalah industri alas kaki di Ciomas, Kabupaten Bogor. Berdasarkan tinjauan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) pada September 2025, sektor ini terdampak signifikan oleh perubahan perilaku konsumen pascapandemi. Selain itu, isu regenerasi perajin menjadi tantangan serius karena mayoritas pelaku usaha merupakan generasi senior yang belum menguasai teknologi terkini.

Meski menghadapi kendala internal, sektor ini menunjukkan performa pertumbuhan yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri alas kaki dan kulit tumbuh 8,31 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan II-2025, serta naik 0,72 persen secara kuartalan pada triwulan III-2025.

Investasi di sektor ini juga tergolong besar, mencapai lebih dari Rp18 triliun sepanjang Januari hingga September 2025. Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor alas kaki Indonesia tumbuh 11,89 persen pada periode Januari-Agustus 2025, yang menempatkan Indonesia sebagai eksportir alas kaki terbesar keenam di dunia.

Baca juga:  Perkuat Sinergi dan Akses Pembiayaan, BRI Finance Gelar Pameran Otomotif di Banyuwangi

Digitalisasi dan Modernisasi Alat

Menanggapi situasi tersebut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA meluncurkan rangkaian program pembinaan yang meliputi literasi digital, bimbingan teknis desain, hingga pendampingan usaha. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyebutkan bahwa sebanyak 14 perajin asal Ciomas telah mengikuti pelatihan intensif sejak akhir 2025.

Program tersebut melibatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) dan beberapa perguruan tinggi. Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran di lokapasar, teknik fotografi produk, hingga pembuatan pola alas kaki modern agar produk lokal mampu bersaing secara estetika dan kualitas.

Pemerintah juga mendorong para pelaku IKM untuk memanfaatkan skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Industri Padat Karya (KIPK). Selain itu, terdapat program restrukturisasi mesin dan peralatan yang bertujuan membantu perajin melakukan peremajaan alat produksi demi meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."