Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) kabinet yang menyoroti sejumlah isu krusial di bidang ekonomi. Agenda utama ratas adalah percepatan program waste to energy, optimalisasi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), dan kelanjutan program koperasi desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta agar proyek waste to energy dipercepat. Arahan ini memangkas proses administrasi dari enam bulan menjadi tiga bulan demi mencapai target penyelesaian dalam 18 bulan.
Selain itu, Zulkifli juga melaporkan perkembangan program koperasi desa yang masih menunggu peraturan dari Kementerian Keuangan. Ia optimistis aturan tersebut bisa segera rampung dalam waktu dekat.
Sementara itu, terkait ketahanan pangan, Menko Pangan melaporkan bahwa penyaluran bantuan pangan sudah mencapai 360 ribu ton. Namun, program SPHP masih berjalan lambat dengan distribusi harian 6 ribu ton dari target 30 ribu ton. Zulkifli berharap percepatan distribusi ini bisa segera menstabilkan harga pasar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga melaporkan kondisi harga beras yang mulai turun. Ia memastikan pemerintah siap melakukan operasi pasar secara berkelanjutan hingga Desember untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah menargetkan ketersediaan beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton hingga akhir tahun. *R104






