Lokapalanews.id | Yogyakarta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) Unit 28 memberikan solusi inovatif untuk masalah bau dan lalat di peternakan warga Padukuhan Gading, Sleman. Melalui kegiatan praktik dan sosialisasi, mereka memperkenalkan disinfektan alami dan eco-enzyme yang efektif, murah, dan ramah lingkungan.
Inisiatif ini muncul setelah tim KKN mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi warga yaitu populasi lalat yang mengganggu dan bau tak sedap dari peternakan sapi perah. Untuk mengatasi hal tersebut, para mahasiswa mengajarkan cara mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat.
Warga diajak langsung mempraktikkan pembuatan disinfektan dari rebusan daun sirih atau serai yang dicampur cuka, serta eco-enzyme dari kulit buah, gula merah, dan air cucian beras. Produk-produk ini tidak hanya aman untuk ternak dan manusia, tetapi juga multifungsi. Disinfektan digunakan untuk membersihkan kandang, sementara eco-enzyme dapat berfungsi sebagai pupuk organik cair yang mengurangi bau.
Antusiasme warga sangat tinggi. Mereka aktif bertanya dan langsung mencoba membuat produk tersebut secara mandiri. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik, menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih dan nyaman, serta mendukung keberlanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan, I Wayan Ordiyasa, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari kerja kolektif KKN UNRIYO Unit 28, di samping program individu lain yang disesuaikan dengan disiplin ilmu masing-masing mahasiswa, seperti penyuluhan dan pelatihan.
Pelaksanaan KKN UNRIYO Tahun 2025 diikuti oleh 470 peserta yang tersebar di 32 unit di tiga kelurahan wilayah Kecamatan Cangkringan, Sleman. KKN dilaksanakan dari tanggal 30 Juli 2025 sampai dengan 27 Agustus 2025.
Saat ini, UNRIYO juga masih membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026 hingga akhir September. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi https://pmb.respati.ac.id/. *R101






