Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan sekitar 60 juta penduduk Indonesia belum memiliki akses internet. Untuk mengatasi kesenjangan digital tersebut, pemerintah kini mengakselerasi pembangunan konektivitas digital hingga ke desa-desa tertinggal melalui kolaborasi lintas kementerian.
Langkah percepatan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemkomdigi dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). Sinergi ini akan memungkinkan pemerintah memetakan kebutuhan infrastruktur digital secara lebih akurat dan tepat sasaran.
“Dengan MoU ini, Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mencocokkan data desa yang belum terkoneksi untuk menentukan mana yang akan kita prioritaskan untuk dibangun koneksinya di tahun 2026,” ujar Meutya dalam audiensi tersebut.
Meutya menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia untuk mendapatkan akses informasi yang merata, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945. Ia menambahkan, transformasi digital harus dapat dirasakan hingga tingkat terkecil di desa-desa, tidak hanya di perkotaan.
Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kemkomdigi telah melakukan sejumlah langkah perluasan konektivitas, seperti pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan titik akses di Papua, penyelenggaraan lelang frekuensi, serta kerja sama dengan operator seluler.
Senada dengan Meutya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan ketersediaan konektivitas merupakan faktor krusial dalam kemajuan desa. “Salah satu yang sangat menentukan maju atau tidaknya suatu desa itu adalah masalah internet dan sinyal,” tutur Yandri.
Yandri mencontohkan, banyak potensi desa yang dapat dimaksimalkan dengan internet, seperti pemasaran produk unggulan. Ia menyebut pembudidaya Ikan Mas Koki di Desa Kertasana, Pandeglang, yang berhasil mengekspor produknya ke berbagai negara berkat konektivitas.
Melalui kerja sama ini, Yandri berharap pembangunan infrastruktur konektivitas di pedesaan dapat berjalan lebih tepat sasaran. “Kami akan menyusun prioritas desa mana yang harus diintervensi lebih dulu, lebih cepat, lebih tepat,” pungkasnya. *R105






