Lokapalanews.id | Banyuwangi – Pemerintah Indonesia tengah serius mengatasi masalah penyaluran bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran. Proyek digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang diuji coba di Banyuwangi, kini mendapat jaminan keamanan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Mereka memastikan data calon penerima bansos aman melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).
Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kemkomdigi, Yessi Arnaz Ferari, menjelaskan bahwa SPLP, yang dijuluki “tol digital”, berperan sebagai jembatan integrasi data antar-kementerian dan lembaga. “Dengan SPLP, cukup satu hub untuk menghubungkan berbagai aplikasi, membuat layanan lebih efisien,” jelas Yessi. Sistem ini menjamin validitas dan standardisasi data.
Selain integrasi data, Kemkomdigi juga memprioritaskan perlindungan data pribadi (PDP). Yessi menegaskan keamanan data dijaga ketat di tiga fase: saat disimpan (at rest), saat dikirim (in transit), dan saat digunakan (at use). “Semua tahapan itu dijaga dengan standar keamanan yang ketat serta kepatuhan regulasi,” tambahnya.
Pemanfaatan AI dan machine learning juga didorong untuk mempercepat proses penargetan bansos. AI akan membantu mengolah data dalam jumlah besar dan mempercepat verifikasi identitas, seperti melalui teknologi face recognition.
Proyek Perlinsos ini merupakan wujud kolaborasi lintas kementerian, di mana Kemensos bertindak sebagai pemilik program, sementara Dukcapil dan instansi lain bertanggung jawab atas tata kelola data. Kolaborasi ini dianggap kunci untuk memastikan verifikasi data berjalan tepat sasaran. Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya mempercepat penyaluran bantuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik. *R104






