--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Kemenperin Dorong IKM Sandang Terbitkan Sertifikat ISO

Dirjen IKMA Reni Yanita terus mendorong pelaku IKM sandang menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berstandar ISO 9001:2015 untuk meningkatkan daya saing di pasar nasional dan global.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggenjot kualitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan mendorong penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berstandar internasional ISO 9001:2015. Dengan sertifikasi ini, Kemenperin optimis produk IKM Indonesia bisa lebih kompetitif dan memenangkan kepercayaan konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (2/9), menyatakan bahwa IKM yang menerapkan manajemen mutu akan konsisten dalam memenuhi ekspektasi konsumen. “Manajemen mutu melibatkan seluruh bagian organisasi dalam mencapai tujuan bersama, sehingga berdampak positif pada kinerja dan kredibilitas bisnis,” ujarnya.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita, menambahkan, manajemen mutu mencakup seluruh operasional bisnis, mulai dari budaya organisasi, manajemen SDM, hingga proses produksi. Oleh karena itu, penerapan standar ISO 9001:2015 menjadi pondasi kuat bagi IKM untuk masuk ke rantai pasok industri besar atau menembus pasar ekspor.

Untuk mengenalkan prinsip ini, Ditjen IKMA telah menggelar webinar bertema “Workshop Awareness ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu” yang diikuti oleh 118 pelaku IKM sandang dan pemangku kepentingan. Lokakarya ini terselenggara berkat kerja sama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB).

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa dalam lokakarya tersebut dibahas tujuh klausul manajemen mutu sesuai ISO 9001:2015. Tujuannya agar IKM sandang dapat secara bertahap menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

Menurut Budi, sektor industri sandang memiliki cakupan komoditas yang luas, seperti konveksi, fesyen, hingga wastra. Dengan SMM, IKM sandang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan membuka jalan untuk menjalin kemitraan. *R104