--- / --- 00:00 WITA
Tekno  

Dukung GIIAS, Kemenperin Jaga Ekosistem Otomotif

Kemenperin berkomitmen penuh menjaga ekosistem industri otomotif nasional tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.

Lokapalanews.id | Surabaya – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen penuh menjaga ekosistem industri otomotif nasional tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. Pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di berbagai daerah, termasuk Surabaya, menjadi etalase kemajuan industri sekaligus sarana memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.

Dalam pembukaan GIIAS Surabaya 2025, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyebut Jawa Timur punya peran strategis karena menyumbang 9,7% penjualan otomotif nasional, tertinggi ketiga di Indonesia. Potensi ini, katanya, harus diimbangi dengan penguatan struktur industri dari hulu ke hilir.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Setia juga mengungkapkan, Indonesia mencatat penjualan kendaraan domestik tertinggi di ASEAN, meski rasio kepemilikan mobil per 1.000 penduduk masih di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura. Hal ini menunjukkan pasar yang luas dan prospektif untuk investasi.

Menurut Setia, struktur industri otomotif nasional juga terbukti memberikan efek pengganda besar pada perekonomian, termasuk sektor logam, karet, elektronik, hingga logistik. Pemerintah pun terus mendorong penggunaan komponen dalam negeri untuk memperkuat kemandirian industri dan membuka lapangan kerja.

Selain itu, Kemenperin bertekad mengakselerasi transisi ke teknologi ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Kehadiran KBLBB di GIIAS Surabaya 2025 sejalan dengan target nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

GIIAS Surabaya 2025, yang diikuti 30 merek kendaraan, merupakan bagian dari GIIAS The Series yang juga digelar di Tangerang, Semarang, dan Makassar. Rangkaian pameran ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal melalui peningkatan kunjungan, konsumsi, dan transaksi penjualan. *R104