Lokapalanews.id | Jakarta – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menilai insiden di Pati, Jawa Tengah, menjadi pelajaran penting bagi semua kepala daerah. Ia menegaskan, hubungan antara pemimpin dan rakyat tidak boleh berjarak, apalagi sampai memicu aksi protes.
Menurut Rifqi, demonstrasi yang terjadi adalah luapan kekecewaan rakyat karena tidak bisa menyampaikan aspirasi melalui jalur normal. Hal ini seringkali terjadi saat kepala daerah mengambil kebijakan tidak populer, seperti menaikkan pajak, di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Pada akhirnya, pejabat publik dituntut untuk mampu banyak menahan diri terkait dengan hal-hal yang sangat sensitif terhadap rakyat,” jelas politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Meski demikian, Rifqi berharap kasus ini tidak berujung pada pemakzulan. Ia menilai Bupati Pati, Sudewo, masih memiliki waktu untuk memperbaiki kebijakan yang dianggap kurang baik, dengan syarat adanya proses kontrol dan keseimbangan (checks and balances) yang efektif antara eksekutif dan legislatif di daerah. *R101






