Lokapalanews.id | Tangerang – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka kembali lima bandara yang sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Selasa dini hari, 8 September 2026. Keputusan strategis ini diambil dengan tetap mengutamakan standar keselamatan dan keamanan penerbangan secara mutlak bagi seluruh maskapai maupun penumpang.
Pemulihan operasional udara ini dimulai tepat pukul 00.01 WIB. Tiga simpul transportasi udara utama yakni Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung langsung diaktifkan kembali melayani penerbangan komersial.
Menyusul kemudian pada pukul 02.25 WIB, giliran Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten yang menyusul beroperasi normal setelah melalui serangkaian pengecekan teknis.
Alih-alih langsung membuka seluruh rute tanpa filter, dua fasilitas penerbangan di wilayah Lampung masih harus bersabar. Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung terpaksa menunggu perkembangan kondisi atmosfer terkini sebelum kembali dioperasikan.
Gangguan ruang udara ini tercatat bermula sejak Sabtu, 5 September 2026. Erupsi eksplosif Gunung Anak Krakatau kala itu melumpuhkan ruang udara dan menerpa delapan bandara sekaligus di berbagai wilayah nusantara.
Kedelapan titik krusial tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.
Catatan pemulihan menunjukkan Bandara Atung Bungsu sudah lebih dulu normal pada Senin, 7 September 2026, pukul 09.00 WIB menyusul redanya sebaran material vulkanik di wilayah Sumatra.
Syarat ketat diberlakukan bagi maskapai sebelum menerbangkan armadanya ke udara. Otoritas bandara wajib menginspeksi seluruh fisik pesawat secara menyeluruh tanpa kompromi teknis sedikit pun demi menghindari risiko fatal.
Pilot dan kru penerbangan juga wajib menguasai peta restricted polygon. Wilayah udara terlarang itu haram dilintasi demi menghindari sisa paparan abu vulkanik yang dapat merusak mesin pesawat.
“Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, seluruh armada harus dilakukan inspeksi. Pilot dan kru juga harus mengetahui restricted polygon yang masih harus dihindari,” tegas Dudy dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa dini hari (8/9/2026).
Koordinasi lintas instansi terus digencarkan secara intensif. Kementerian Perhubungan meminta seluruh maskapai aktif memantau dinamika cuaca dan informasi otoritas penerbangan demi menjaga konektivitas nasional tetap aman terkendali. *R105






