--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Roblox dan Tanggung Jawab yang Hilang

I Made Suyasa

Lokapalanews.id | Saya membaca berita itu, dan kening saya langsung berkerut. Roblox. Nama ini sekarang jadi topik hangat di parlemen. Komisi X DPR mendukung wacana pelarangannya. Masalahnya, game ini bukan sekadar permainan biasa, tapi arena digital tanpa pengawas.

Dulu, main itu ya di halaman rumah. Ada petak umpet, ada layangan. Paling modern, main tamiya. Tapi sekarang, anak-anak kita sudah masuk ke dunia yang kita sendiri kadang tidak sepenuhnya mengerti. Dunia digital, di mana segala sesuatu bisa muncul tanpa izin.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, benar. Anak-anak itu peniru ulung. Otak mereka, seperti spons, menyerap semua yang dilihat. Kalau tiap hari yang muncul di layar itu kekerasan, perundungan, atau hal-hal yang tidak pantas, bagaimana kita bisa berharap mereka tumbuh jadi pribadi yang baik? Ini bukan salah anak-anak, tapi salah kita, orang dewasa, yang membiarkan mereka terpapar bahaya.

Yang paling mengerikan, konten di Roblox itu sebagian besar dibuat oleh pengguna. Itu artinya, tidak ada filter yang benar-benar bekerja. Saya membayangkan seperti taman bermain umum tanpa penjaga, di mana siapa pun bisa datang dan berbuat apa saja. Anak-anak kita dibiarkan di sana, tanpa perlindungan. Mereka bisa jadi korban, atau bahkan pelaku, tanpa kita sadari.

Ini bukan masalah sepele. Ini soal karakter, soal masa depan. Kalau sejak dini mereka dicekoki dengan konten yang merusak, jangan kaget jika kelak mereka menjadi generasi yang hilang empati.

Digitalisasi itu tantangan, ya. Tapi bukan alasan untuk menyerah. Kita tidak bisa menutup mata. Mengajarkan anak pakai gawai itu mudah, tapi yang jauh lebih sulit dan penting adalah membekali mereka dengan filter digital. Mereka harus bisa membedakan mana yang benar, mana yang viral, dan mana yang aman.

Baca juga:  Stop Luluskan Pengangguran! Pembelajaran Transformatif Lawan Disrupsi Kampus

Tanggung jawab ini bukan cuma ada di pundak orang tua. Ini tugas negara. Pemerintah harus hadir, membuat aturan tegas, dan memastikan platform digital itu benar-benar aman. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menjadi bumerang yang menghancurkan generasi kita sendiri.

Melarang Roblox bisa jadi langkah awal yang baik. Tapi ini bukan solusi total. Kita harus lebih dari itu. Kita harus menciptakan ekosistem digital yang sehat. Jangan biarkan anak-anak tumbuh di tengah “arena bahaya” yang kita biarkan begitu saja. Masa depan bangsa ini ada di tangan mereka, dan kita punya tanggung jawab untuk menjaganya. *

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *